Rahasia Mbah Sumidi, Beternak Sapi di Kalampangan Sejak 1987

Resep Rahasia Penambah Nafsu Makan Sapi

 Minggu, Tanggal 29-07-2018, jam 05:59:06
Mbah Samidi memberi makan ternak di halaman belakang rumahnya Jalan Petruk, Kelurahan Kalampangan, Sabtu (28/7). (HERMAWAN/KALTENG POS)

Sudah menjadi rahasia umum, setiap menjelang hari raya Iduladha, permintaan sapi akan mengalami peningkatan. Begitu juga di Kota Palangka Raya. Namun, seperti apa perawatan sapi kurban yang ada di peternakan? Berikut ulasannya.

HERMAWAN DP, Palangka Raya

TUBUHNYA yang mulai terlihat renta itu ternyata tak menjadi halangan Mbah Sumidi terus berkarya. Pria yang kini sudah berusia 67 tahun ini memelihara sekitar 13 sapi di halaman belakang rumahnya. Dibantu seorang staf yang menemaninya mencari rumput di kawasan Mendawai.

Kandang berkontruksi beton lebar 4 meter, panjang 25 meter dan beratapkan seng, menjadi tempat bernaung sapi. Di bagian belakang kandang dibangun selokan membujur sepanjang kandang untuk mengalirkan kotoran sapi.

Kandang terlihat cukup bersih. Dibersihkan rutin. Dua kali sehari; pagi dan sore. Membersihkannya pun cukup mudah. Menyemprotkan air dari bagian depan, kotoran sapi akan larut masuk ke selokan.

Sedangkan untuk pakan ternak, juga dua kali sehari. Sore, pakan diselingi dengan minum. Tak hanya rerumputan, sapi peliharaan untuk kurban juga mendapatkan asupan vitamin, berupa konsentrat dari dedak dan ampas tahu.

“Sehari sekali untuk pakan dedak dan ampas tahu, sekira satu telapak tangan tiap sapi. Minumnya juga kami tambahkan beberapa tetes sisa sari tebu. Makanan tambahan ini dapat meningkatkan nafsu makan dan minum sapi,” kata kakek 4 anak itu.

Rata-rata sapi ternak hanya dipelihara selama satu tahun. Khusus untuk kurban hari raya Iduladha, dengan usia sekitar 2.5 tahun sampai 3 tahunan. Tergantung jenis sapi dan kualitas indukan. Setelah habis hari raya, dia membeli bibit dari agen yang mendatangkan sapi langsung dari Sulawesi.

Kakek dengan 9 cucu ini memilih sapi yang memiliki rambut sedikit panjang dan tanpa cacat fisik. Berdasarkan pengalaman, sapi dengan rambut pendek cenderung memerlukan waktu lama untuk pembesaran.

“Modal rata-rata sekitar Rp12 juta sampai Rp13 juta perekornya. Dijual bisa untung satu sampai dua juta rupiah,” ucapnya.

Sedangkan untuk masalah kesehatan sapi, mengandalkan tim dari dinas peternakan Kota Palangka Raya. Dia selalu memanggil petugas saat ada perbedaan tingkah laku dari sapi sapi ternaknya.

Pantauan Kalteng Pos, untuk kurban sendiri biasanya Dinas Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya melaksanakan pengecekan dua minggu sebelum hari raya. Mulai dari pemeriksaan fisik mulai dari mata, hidung, kulit, dan juga usia hewan.

Selain melihat pemenuhan syarat hewan kurban, pemeriksaan klinis dilakukan untuk mendeteksi gejala-gejala penyakit dari ternak. Apakah ditemukan tonjolan-tonjolan atau darah yang keluar dari lubang telinga ataupun hidung yang merupakan indikasi penyakit antraks.

Namun, untuk ternak kiriman dari luar daerah kebanyakan sudah melalui pemeriksaan. Karena rekom baru bisa didapatkan setelah melewati test bebas husilosis dari laboratorium.

Dokter Hewan DKPP Kota Palangka Raya, Eko mengatakan suplai ternak Kota Cantik berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Jawa Timur, sebagian dari Madura dan Kalimantan Selatan.

“Paling banyak itu Kupang, Sulawesi baru NTB dan Jawa Timur. Kalau lokal hanya sekitar 5 sampai 10 persen, termasuk yang dari kabupaten terdekat di Palangka Raya,” tuturnya.

Sampai saat ini sapi yang masuk ke Palangka Raya sudah berjumlah sekitar 1200 ekor. Terlihat dari rekom yang masuk, ternak milik petani di Kalampangan, depo-depo penjualan hewan dan pengusaha. Sebentar lagi juga akan datang 450 ekor sapi, 300 ekor dari jalur umum dan 150 ekor sapi pengadaan dari Pemko.

Selain pemeriksaan awal dinas nantinya juga akan melakukan pemantauan di masjid saat hari raya. Memeriksa kemungkinan adanya kelainan organ ataupun penyakit dari sapi. “Kami cek lagi mulut, otot dipipi, limpa, dan organ dalam lainnya. Jika tidak layak kami akan rekomendasikan untuk dimusnahkan,” tandasnya. (*)

Berita Terkait