Menilai Jhon Krisli Dijegal Masuk Daftar Bacaleg 2019

Ratusan Massa Segel Kantor DPC PDIP Kotim

 Jum`at, Tanggal 03-08-2018, jam 06:27:07
Massa pendukung Jhon Krisli memasang segel dengan penghalang dari kayu di pintu pagar masuk Kantor DPC PDIP Kotim, Kamis (2/8)

SAMPIT – Ratusan massa bela Jhon Krisli mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (2/8) siang. Selain menyampaikan aspirasi, massa juga melakukan pelepasan atribut partai pada kantor yang berlokasi di Jalan Soeprapto, Sampit itu.

Aspirasi dilakukan massa agar Jhon Kisli bisa maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Tepatnya setelah nama Jhon tidak ada dalam daftar pemilihan.

Dalam menyampaikan aspirasi, berjalan dengan baik dan aman. Namun setelah Ketua DPC PDI Perjuangan Kotim, Rimbun meminta waktu untuk jawaban yang didisuarakan massa. Sebagai jaminan janji tersebut, massa meminta agar atribut hingga baliho partai dan umbul-umbul serta plang nama dilepas untuk sementara.

“Kami melihat di daftar pemilhan Dapil 1, nama Jhon Krisli tidak terdaftar. Maka itu kami sangat menyayangkan karena Jhon adalah sosok bermasyarakat,” ujar Loling, pengurus ranting PDI Perjuangan di Desa Kenyala.

Loling menyebutkan, tindakan mereka tetap menekan kapada Ketua DPC PDI Perjuangan untuk mengusulan ke tingkat provinsi. Terutama untuk menanyakan kenapa nama Jhon ini tidak bisa mencalon pada Pileg 2019.

“Penyegelan ini setelah ada hasil mereka ada musyawarah lagi dari ketua partai. Jika memang tidak ada, kami akan tetap segel sampai ada jawaban dari PDI Perjuangan,” tandasnya.

Loling menengaskan, pihaknya juga meminta kejelasan terkait adanya surat keputusan (SK) 25A DPP PDI Perjuangan menyangkut tidak bolehnya kader mencalonkan diri sebagai  calog legislatif dalam satu dapil yang sama maupun kabupaten yang sama.

Menurut dia, kondisi itu tidak berlaku untuk semua daerah. “Karena ada daerah yang lain boleh mencalonkan seorang caleg di daerah yang sama. Jika tidak ada kejelasan jawaban, maka kami akan mengundurkan diri secara bersama dari ranting PDI Perjuangan,” ancamnya.

Selain itu, dia juga menyesalkan adanya upaya pencegalan terhadap Jhon Krisli yang mereka anggap seorang tokoh nasionalis, pemberani dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Kami masih menginginkan sosok seperti Jhon Krisli, karena beliau sudah berpengalaman dan terbukti membela kepentingan rakyat kecil,” ujarnya.

Sementara itu, sebelum massa mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan, para pengurus akan melaksanakan rapat. Namun rapat batal karena tiba-tiba massa berdatang sehingga membuat pengurus berlarian. Namun yang tersisa hanya Ketua DPC Rimbun

Meski demikian, Rimbun tetap mengapresiasi terhadap kedatangan masyarakat yang berbondong-bondong berkumpul dalam menyampaikan aspirasi.

“Apa yang menjadi usulan masyarakat akan kami teruskan ke pengurus di DPD hingga ke pengurus DPP. Supaya bisa diperhatikan dan bisa dipetimbangkan. Penyegelan juga dilakukan tidak anarkis namun secara damai,” jelas Rimbun kepada massa.

Sedangkan Jhon Krisli saat itu juga tiba ke Kantor DPC saat massa sudah mulai berkurang. Dia datang dengan mengenakan kemeja putih.

“Dengan adanya adanya persoalan SK 25A yang menghilangkan kader partai dan pejuang partai tersebut yang menjadi persoalan. Kita melihat SK 25A itu mengatakan bahwa yang sudah pernah menjadi anggota dewan iga periode tidak boleh lagi mencalon di tingkat yang sama,” tandas Jhon. Jhon menduga ada oknum yang mencegalnya dalam pencalonan di Pileg 2019. (ren/ais/ctk/nto)

Berita Terkait