Menguak Misteri Pembunuhan Terhadap Ayah Empat Anak

Sampel Darah untuk Tes DNA Tercemar karena Korban Ditemukan di Dasar Sungai

 Sabtu, Tanggal 04-08-2018, jam 06:56:40
Beberapa warga mengangkat mayat Stefanus Balim di pinggir sungai Desa tumbang Penyahuan. (WARGA FOR KALTENG POS)

Kematian Stefanus Balim (39) dengan luka gorok di leher masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Penyelidikan demi penyelidikan terus dilakukan. Namun misteri tewasnya ayah enam anak pada akhir Juni 2018 di Desa Tumbang Penyahuan Kecamatan Bukit Santuai tersebut belum menemukan titik terang.

BAHTIAR EDY FAISAL, Sampit

TERDAPAT banyak keanehan dalam kasus tersebut. Salah satunya dugaan korban melakukan bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri usai melukai istrinya. Namun dugaan itu dibantah kepolisian.

Sejauh ini pihak kepolisian juga mengumpulkan data-data hingga memeriksa sejumlah saksi yang jumlahnya bertambah menjadi 38 orang. Selain itu penyidik berencanan pergi ke kampung halaman korban di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuannya untuk mengumpulkan atau melakukan tes DNA terhadap anak korban.

“Untuk perkembangan kasus, sementara masih ada kekurangan tes DNA. Maka kami akan mengambil data spesifik terhadap DNA korban di NTT terhadap anaknya,” kata Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatreskrim,  AKP Wiwin Junianto Supriyadi, Rabu (1/8).

Menurut Wiwin, tes DNA terpaksa dilakukan karena DNA (sampel darah) korban yang dibawa ke tim labfor sudah tercemar dengan air sungai atau lumpur. Maklum karena waktu itu mayat korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar tiga meter.

Sekedar mengingatkan, mayat korban ditemukan tewas mengenaskan di dasar sungai, tepatnya di kawasan G 10 Penyahuan Estate PT Agro Wana Lestari (AWL).

Belum diketahui bagaimana korban bisa tewas dengan luka gorok. Korban korban pembunuhan atau bunuh diri. Pasalnya, satu jam sebelumnya, Stefanus lari ke hutan dengan membawa pisau.

Sebelum masuk ke dalam hutan, korban melukai istrinya sendiri, Omiana Lali Pora. Untungnya, sempat dilerai rekannya di perusahaan, Aris Bili Dafa. Belum jelas masalah apa yang melatarbelakangi korban nekat melukai istrinya sendiri. Namun informasi yang dihimpun menyebutkan jika sehari sebelumnya, atau sekitar pukul 22.00 WIB, Stefanus bertingkah aneh, seperti kesurupan.

Hingga Kamis, (21/6) sekitar pukul 09.00 WIB, rekan korban datang bermaksud menjenguk keadaannya. Saat itu, korban menyuruh istri membuat kopi. Belum sempat berdiri membuat kopi, korban tiba-tiba

melukai leher istrinya.Setelah itu, pria tersebut kabur dari rumah. Beberapa rekannya kemudian melakukan pencarian. Saat pencarian tersebut, terlihat ada bercak darah di pinggir sungai.

“Pada saat pencarian di pinggir sungai, ditemukan bercak darah yang berhamburan di tanah. Kemudian dilakukan penyisiran dengan cara menyelami sungai,” ujar kasatreskrim sesaat setelah peristiwa.

Pencarian tersebut membuahkan hasil. Satu satu rekannya menemukan mayat di dasar sungai yang kedalamannya sekitar 3 meter. Mereka pun mengangkat mayat dan diletakkan di pinggir sungai. Pada mayat terdapat luka robek di bagian leher depan. (ais/ang)

Berita Terkait