LENSA

Asa Mereka yang Kembali Menatap Dunia

LENSA
 Minggu, Tanggal 05-08-2018, jam 08:14:28
Operasi katarak dihadiri Jaksa Agung H M Prasetyo, memeringati Hari Bakti Adhyaksa ke-58 dan Hari Ulang Tahun ke-18 tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, di Aula Kejaksaan Tinggi Kalteng, Sabtu (4/8). (DENAR/KALTENG POS)

KATARAK di usia senja bisa mengancam siapa saja. Katarak atau lensa mata yang keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, berbeda-beda kadarnya. Ada yang agak buram sampai gelap total.

Keburaman total, seakan-akan membuat sirna penderitanya yang selalu ingin menatap indahnya dunia. Gangguan kesehatan pada mata ini, lebih banyak menyerang pada usia senja.

Tak perlu khawatir. Bisa diobati dengan operasi. Walaupun pola hidup sehat menjadi solusi utama mencegah serangan katarak sejak dini.

Apalagi, operasi katarak tidak murah. Masyarakat menengah ke bawah tertahan himpitan ekonomi untuk operasi.

Untungnya, beberapa program pemerintah seperti operasi katarak gratis di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalteng, diminati ratusan penderita katarak.

Tentu saja, momentum itu perlu diabadikan karena menjadi saat-saat menegangkan ketika bisa kembali menatap dunia dengan terang benderang.

“Kesehatan mata sangat penting dimana informasi dapat diserap melalui indera pengelihatan sebesar 83 persen. Hal itu artinya kesehatan mata sanga penting untuk kesehatan manusia,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalteng Adi Susanto, sebelum memulai operasi katarak 358 pasien di Aula Kejati Kalteng, Sabtu (4/8).

Dikutip dari laman hellosehat.com, Katarak adalah kondisi mata di mana lensa mata menjadi keruh dan berawan. Penderita katarak akan merasa seperti melihat jendela berasap.

Sebagian besar katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun lama kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pasien sulit menyetir, membaca dan melakukan aktivitas rutinnya.

Katarak merupakan kondisi mata yang umum terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi pada laki-laki dan perempuan yang berusia lanjut.

Dari laman alodokter dijelaskan, katarak umumnya berkembang secara perlahan. Awalnya, penderita tidak akan menyadari ada gangguan penglihatan, karena hanya sebagian kecil lensa mata yang mengalami katarak. Namun seiring waktu, katarak akan memburuk dan memunculkan sejumlah gejala berikut:

  • Pandangan samar dan berkabut.
  • Mata semakin sensitif saat melihat cahaya yang menyilaukan.
  • Melihat lingkaran cahaya di sekeliling sumber cahaya.
  • Sulit melihat dengan jelas saat malam hari.
  • Warna terlihat pudar atau tidak cerah.
  • Objek terlihat ganda.
  • Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.

Meski umumnya katarak tidak menyebabkan rasa sakit pada mata, namun penderita bisa merasakan nyeri pada mata, terutama jika katarak yang dialami sudah parah, atau penderita memiliki gangguan lain pada mata.

Dalam rangka Hari Bhakti ke-58 Adhyaksa dan HUT ke-18 Adhyaksa Dharmakarini, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menggelar acara pembukaan bakti sosial operasi katarak gratis, Sabtu (4/8)

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Jaksa Agung RI, HM Prasetyo itu melibatkan 35 orang personel tim, yang terdiri dari 12 dokter spesialis mata dan tim medis lainnya sebanyak 23 orang, bakti sosial itu berhasil mengoperasi 358 orang penderita katarak dari berbagai daerah di Kalteng. (ena/nue/abe/nto)

Berita Terkait