KAMMI Kalteng Deklarasikan Relawan Kebhinekaan Indonesia

 Rabu, Tanggal 08-08-2018, jam 04:59:34
PERSATUAN: Usai deklarasi, Relawan Kebhinnekaan Indonesia berfoto bersama di Tugu Soekarno Palangka Raya, Selasa (7/8). (HUMAS KAMMI FOR KALTENG POS ONLINE)

PALANGKA RAYA – Ancaman terhadap semangat Bhineka Tunggal Ika di sesama anak bangsa, kini terasa dilakukan secara gencar dan massif, baik melalui media sosial maupun secara langsung, demi tercapainya kepentingan kalangan tertentu.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalteng. Mereka pun mendeklarasikan Relawan Kebhinekaan Indonesia (RKI) di Tugu Soekarno, Selasa (7/8).

Sejumlah kader KAMMI dan puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Palangka Raya menghadiri kegiatan tersebut. Diawali dengan tilawah Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hymne KAMMI, orasi pemuda, deklarasi RKI dan penutupan.

Ketua Umum PD KAMMI Palangka Raya, Hasan Anwar menyampaikan, kebhinekaan sebagai pondasi bangsa Indonesia, telah dicabik-cabik dengan perilaku mengkotak-kotakan masyarakat berdasar agama dan ras. Mirisnya, mengatasnamakan agama untuk memecah belah anak bangsa. Beragam peristiwa memicu keresahan.

“Masih ada pihak yang menyulut kemarahan atau minimal menyebar ketakutan masyarakat. Akhirnya, mereka meninggalkan akar bersatunya rakyat yaitu kemajemukan alias keberagaman.” Kata Hasan.

Oleh karena itu, lanjutnya, harus dibangunkesadaran bersama anak-anak bangsa generasi muda harus semakin erat dalam persaudaraan karena bangsa Indonesia dibangun oleh yang namanya perbedaan dan keberagaman. Namun sama dalam hal cita-cita akan Indonesia sejahtera dan jaya. Melalui RKI itulah diharapkan dapat mewujudkan hal tersebut di Indonesia khususnya Kalteng bumi tambun bungai.

Sementara itu, Ketua Kebijakan Publik KAMMI Muhlisin dalam orasinya menyampaikan, paling tidak ada tiga hal yang harus dilakukan anak muda sebagai generasi bangsa untuk mejaga rasa bhineka tunggal ika di dalam hatinya, sehingga tidak mudah goyah terpecah belah. Pertama dengan memahami kembali sejarah berdirinya Indonesia. Kemudian meningkatkan rasa cinta terhadap negeri ini dan setia berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945.

Sebelumnya deklarasi RKI ini juga dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia seperti Banten, NTT, Sulawesi Utara dan DKI Jakarta. (ans/b-3/ol/nto)

Berita Terkait