Sudah Masuk Trilwulan III, Serapan Anggaran Masih Dibawah 35 Persen

 Kamis, Tanggal 09-08-2018, jam 09:05:19
ilustrasi (foto: net)

PALANGKA RAYA - Memasuki triwulan ketiga 2018, realisasi serapan anggaran, hampir di semua daerah di Kalteng serapannya masih dikatakan rendah. Rata-rata di angka 35 persen ke bawah.

Hal itu terungkap dalan Rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Serapan Anggaran (TEPRA) Perangkat Daerah (PD) se-Kalteng 2018.

Menurut Karo Administrasi Pembangunan Setda Kalteng Ridwan Manurung, dengan masih rendahnya serapan anggaran tersebut menjadi perhatian seluruh daerah. Karena akan berkaitan dengan kinerja pemerintah masing-masing itu.

“Dan tentunya jangan sampai realisasi serapan anggaran ini berbenturan dengan aturan-aturan yang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” tegasnya di Aula Eka Hapakat, Rabu (8/8).

Ridwan menjelaskan, untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng saja saat ini realisasi serapan anggarannya masih berada di 35 persen lebih sampai per 31 Juli. Dimana seharusnya memasuki triwulan ketiga ini di Agustus mencapai 50 persen.

“Sehingga ini yang patut diperhatikan oleh PD teknis dan yang terkait langsung dengan pelayanan publik,” ucapnya.

Untuk itu, terang mantan Karo Umum Setda Kalteng ini, mengharapkan kepada 17 PD yang berhubungan pada anggaran Belanja Langsung (BL), untuk segera merealisasikan dan mengerjakan pekerjaan fisik, untuk mengingkatkan serapan anggaran mencapai targetnya.

“Yang perlu digenjot pula adalah beberapa proyek yang ada diseluruh PD untuk dapat melakukan kontrak dan merealisasikan segera fisiknya. Karena itu akan membantu serapan anggaran sesuai target,” tandas Ridwan.

Ridwan menjelaskan, untuk pendapatan dengan target ditahun 2018 ini sebesar Rp. 4.4 triliun realisasi sampai hari ini berada di Rp.786 miliar lebih, dan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada di Rp.494 miliar lebih dari target Rp.1,4 triliun.

“Artinya, sektor-sektor yang bisa masuk untuk pendapatan daerah dapat dioptimalkan pula. Di beberapa PD terkait tadi sehingga realisasi serapan ini tidak menumpuk di akhir tahun anggaran,” katanya.

Jelasnya, sangat berharap sekali agar serapan anggaran di daerah-daerahpun dapat terealisasi dengan cepat. Termasuk percepatan pekerjaan proyek-proyek yang sudah tanda tangan kontrak. Sebab sudah dibulan Agustus triwulan ketiga ini sudah sempit untuk melakukan lelang atau sebagainya.

“Dengan tepat waktu pengerjaan proyek yang ada maka tidak akan menjadi kendala di lapangan karena untuk fisik ada beberapa yang tergantung dengan alam dan cuaca,” beber Ridwan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko dalam sambutannya menyampaikan harus ada strategi percepatan dalam mencapai realisasi serapan anggaran ini. terutama yang menyangkut dengan pelayanan publik.

“Sehingga seluruh pemerintah daerah merancang rencana aksi untuk percepatan realisasi serapan anggaran ini. Tentunya serapan anggaran mencapai target yang sudah ditentukan pusat,” pungkasnya. (ari/ila/ctk/nto)

Berita Terkait