Busyet! Cari Penghasilan Tambahan, Bisnis KTP Palsu

 Jum`at, Tanggal 10-08-2018, jam 02:13:32
Ilustrasi (foto: net)

SAMPIT – Demi mendapatkan penghasilan tambahan, Agus Salim dan Arbani ini nekat melakukan kejahatan. Termasuk memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pesanan calon korbannya, yang rata-rata karyawan perkebunan kelapa sawit.

Atas ulahnya, warga Desa Pelantaran, Kecamatan Cemapa Hulu, Kotim dan Desa Sebabi, Kecamatan Telawang ini berurusan dengan hukum, dan perkaranya sudah dilimpah oleh penyidik kepolisian kepada Kejaksaan NNegeri (Kejari) Kotim.

"Rata-rata yang meminta itu karyawan sawit dari daerah Jawa. Satu pembuatan KTP biayanya Rp100 ribu," ujar Agus, kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku mempunyai peran masing-masing.

Kasus itu berawal saat sembilan calon karyawan perusahaan kelapa sawit bermama Abdul Rojak, Herwandi, Nur Hakim, Lukman, Mariani, Dede Rik, Faisal Supandi, Riki Meliana, Gesta dan Andriansyah meminta pembuatan KTP duplikat kepada kedua pelaku. KTP itu rencananya digunakan untuk memasukkan lamaran ke PT BJAB.

Agus yang kesehariannya sebagai sopir di perusahaan, lalu bertugas mengambil foto sembilan karyawan tersebut dan mengirimkannya ke Arbani via ponsel.

Setelah semua siap, Minggu (8/4) di tempat foto copy Nanda milik Arbani, sembilan KTP palsu itu lalu dicetak dan diserhakan kepada karyawan.

Kasus itu terbongkar saat PT BJAB mengetahui bahwa sembilan karyawan tersebut merupakan karyawan kontrak PT TASK I yang lari sebelum masa training mereka habis. Setelah dua perusahaan itu berkoordinasi, diketahui bahwa KTP yang mereka peroleh dari Agus ternyata palsu.

"Saya sudah setahun membuat dokumen palsu ini. Ada juga SIM dan SKCK, rata-rata yang minta orang yang mau melamar kerja," ucapnya.

Atas ulahnya, keduanya dijerat dengan Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (ren/ang/ctk/nto)

Berita Terkait