Petani Keramba Minta Diperhatikan

 Sabtu, Tanggal 11-08-2018, jam 09:22:26
TERSENYUM : Pemilik keramba usai memberi makan ikan, di Flamboyan Bawah, Kamis (10/8). MARIO/KALTENG POS

PALANGKA RAYA –Petani keramba di bawah binaan Dinas Perikanan Kota Palangka Raya mengeluh. Sebab, petani keramba yang ada di sekitar Flombayan Bawah ini merasa kurang diperhatikan lagi. Hal tersebut diungkapkan petani keramba. 

“Kami tidak pernah mendapatkan bantuan bibit lagi.  Padahal usaha ini adalah tumpuan hidup kami, yang telah kami geluti semenjak tujuh tahun lalu, kini terancam bangkrut,” ujar petani keramba, Mujaidi, kepada Kalteng Pos, Kamis (8/9).

Diceritakannya, langkah awal untuk modal budidaya ikan itu, ia bersama anggota kelompok budidaya ikan, mengajukan proposal kepada Dinas Perikanan Kota, melalui program pembinaan masyarakat terkait budidaya ikan perairan. Saat itu, dinas menyetujui proposal yang diajukan, dan telah memberikan bantuan. Akhirnya, lima tahun yang lalu ia bersama anggota kelompoknya mendapatkan untung yang besar.

“Saat itu untungnya, satu kali panen mencapai Rp80 juta hingga Rp100 juta. Tapi sejak dua tahun terakhir, kami hanya mendapatkan untung Rp15 juta. Itu pun juga belum dipotong dengan jumlah perawatan dan pakan ikan,” ungkapnya.

Mujaidi menjelaskan, pihaknya merugi karena pada awal tahun 2015 telah terjadi musim kemarau. Akibatnya, hampir semua ikan yang ada di keramba mati. Selain itu juga, karena ada oknum yang nakal, menebar racun putas di sekitar keramba ikan.

Atas kejadian itu, pihaknya sudah pernah menghubungi Dinas Perikanan. Namun, dinas tersebut juga tidak menanggapinya dengan serius.  Untuk itulah, kini berharap pemerintah dapat membantu mereka lagi, dengan pembagian bibit ikan seperti dulu. Selain itu pula, pihaknya meminta agar dibina, agar tidak merugi lagi. “Kami berharap Dinas Perikanan membantu kami lagi,” harapnya. (mas*/aza)

Berita Terkait