Guru TK Diwajibkan Buat Komik

 Sabtu, Tanggal 11-08-2018, jam 09:39:18
MAJUKAN DUNIA PENDIDIKAN: Kepala Disdik Barsel, Manat Simanjuntak menandatangani MoU disaksikan Bupati Barsel, H Eddy Raya Samsuri (paling kanan) dan Kapolres Barsel, AKBP Eka Syarif Nugraha Husen (dua dari kanan), Kamis (9/8). SINTHA/KALTENG POS

BUNTOK-Pengembangan kompetensi mengajar bagi guru di Barsel gencar dilakukan pemerintah daerah setempat. Tak terkecuali tenaga  pendidik jenjang PAUD dan TK se- Barsel, yang kini diberikan pelatihan membuat komik. Artinya, satu guru itu harus bisa membuat satu komik (samik).

Di mana melalui media pembelajaran berupa komik tersebut, anak-anak didiknya bisa dengan mudah menyambungkan benang merah atas apa yang tertuang dalam komik itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Barsel, Manat Simanjuntak menegaskan, para guru PAUD hingga TK ini diwajibkan bisa membuat komik. Pasalnya, itu  diperlukan sebagai media untuk mengajar anak-anak PAUD dan TK.

Terlebih anak-anak yang berada di bangku PAUD dan TK ini merupakan usia yang tidak bisa dipaksakan, seperti halnya untuk membaca. Namun jika diberikan stimulan dengan menggunakan gambar, mereka biasanya langsung bersemangat.

"Di usia ini, anak-anak  tidak bisa kita paksa agar bisa membaca, tetapi dengan melihat gambar di komik mereka akan dapat menyambungkan alur ceritanya. Tentu saja menggunakan bahasa mereka sendiri," beber Manat, Kamis (9/8).

Begitu pula untuk guru tingkat SD dan SMP di Barsel, juga diberikan workshop pembelajaran berbasis android. Mengingat  sekarang ini eranya digital. Bahkan beberapa SMA dan SMK rencananya akan melaksanakan ujian dengan berbasis android.

Manat mengharap, setelah diberikan pelatihan  tersebut maka guru-guru kiranya dapat memeriksakan ulangan para siswa mereka dengan cepat yakni, hanya memerlukan waktu satu jam saja, melalui pembelajaran berbasis android tersebut.

Hal ini sekaligus membantu para tenaga pendidik di Barsel khususnya dalam mengantisipasi tuntutan standar kurikulum ke delapan yaitu terkait penilaian.

"Kita ingin kompetensi para pejuang pendidikan di Barsel ini lebih terdepan dibandingkan kabupaten lain yang ada di DAS Barito. Karena kita merupakan pintu gerbang Barito," sebutnya. (tha)

 

Berita Terkait