Pemkab Barsel

Dinkes Barsel Tetap Jalankan Imunisasi MR

 Sabtu, Tanggal 11-08-2018, jam 10:02:21
Kepala Dinkes Barsel, dr Djulita K Palar memberikan semangat kepada anak-anak yang akan diimunisasi MR, beberapa hari lalu. Sejauh ini, petugas kesehatan di Barsel tetap saja melanjutkan pemberian imunisasi MR.( HUMAS FOR KALTENG POS)

BUNTOK - Sebagian masyarakat dibuat bingung atas simpang siurnya informasi terkait imunisasi Measles Rubella atau MR, tak terkecuali di Kabupaten Barsel. Meskipun begitu sepekan ini pemberian imunisasi MR tetap dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Barsel.

Imunisasi diawali dari sekolah-sekolah, kendati masih saja terdengar celoteh kekhawatiran dari para orangtua jika imunisasi itu diberikan pada anak-anak.

Menyikapi itu, Kepala Dinkes Barsel, dr Djulita K Palar mengatakan, pihaknya hanya menjalankan apa yang sudah menjadi program dari pemerintah pusat, di mana imunisasi MR ini merupakan program nasional. Bahkan diakui lelaki yang akrab disapa Jul ini, pihaknya tidak pernah memaksakan kepada orangtua agar anak-anak mereka diberikan imunisasi MR.

Namun sejauh ini, petugas kesehatan di Barsel tetap saja melanjutkan pemberian pelayanan kesehatan salah satunya imunisasi MR. Di mana hal tersebut tergantung kepada orangtua si anak, apakah bersedia anaknya diberi imunisasi atau tidak.

“Kami sebagai pelayan masyarakat tetap melakukan pelayanan seperti pemberian imunisasi MR ini. Tergantung pada orangtua masing-masing anak. Kami tidak pernah memaksakan,” ungkapnya, beberapa hari lalu.

Karena sambung Jul, pada prinsipnya apa yang mereka laksanakan itu demi kebaikan dan kesehatan anak-anak di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus. Buktinya juga seluruh Indonesia tetap melaksanakan pemberian imunisasi MR.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Barsel, Manat Simanjuntak menyebutkan, pemberian imunisasi MR merupakan gerakan nasional, mestinya ditanggapi dengan bijak oleh masyarakat. terutama orangtua peserta didik.

“Sebab yang kita amini adalah kesehatan anak di masa mendatang. Karena tahun 2020 mendatang merupakan suatu efek yang sangat besar, bagi anak yang tidak diimunisasi MR maka akan menderita campak dan kecatatan,” papar Manat. (tha/iha/CTK)

Berita Terkait