Beras Kalteng Harus Punya Merek

Agar Bisa Bersaing di Pasar
 Sabtu, Tanggal 11-08-2018, jam 11:19:04
Ir Hj Sunarti MM

PALANGKA RAYA - Pemerintah Pusat menargetkan luas tambah tanam (LTT) pada 2018 sekitar 194.000 hektar (ha) untuk tanaman padi. Dari target LTT 194.000 ha, progresnya saat ini sudah mencapai lebih dari 60 persen. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalteng Ir Hj Sunarti MM kepada Kalteng Pos, baru-baru ini.

Dengan tingginya produksi padi di Kalteng, kata Hj Sunarti, maka Kalteng harus memiliki merek beras sendiri sebagaimana keinginan dari Gubernur H Sugianto Sabran. Supaya berdaya jual tinggi baik di pasar lokal maupun luar daerah.

“Produksi beras di wilayah Kapuas dan Pulang Pisau cukup tinggi dan memiliki kualitas unggul, tapi karena belum punya merek sendiri menyebabkan harga beras murah,” jelas Hj Sunarti.

Beras yang dihasilkan petani sebenarnya mempunyai kualitas unggul dan jika punya brand atau merek sendiri bisa bersaing dalam agrobisnis pertanian di tingkat nasional. “Dengan memiliki beras kualitas unggul dan produksi cukup tinggi, sangat disayangkan bila belum memiliki merek sendiri,” ujarnya.

Untuk mengawali hal tersebut, DTPHP Kalteng dalam beberapa kali telah melakukan promosi beras hasil produksi petani Kalteng. Beras tersebut berlogokan “Beras Berkah”. “Kami sudah kenalkan saat baksos di Ramadan lalu. Di mana beras yang diberikan saat kunjungan berlogokan Beras Berkah,” ucapnya.

Beras lokal Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Barito Timur, Kotawaringin Timur, Katingan, Barito Selatan dan kabupaten lainnya sebenarnya tidak kalah unggul dengan beras yang sudah memilki merek besar.

“Selama ini beras yang sudah memiliki merek juga menggunakan beras lokal kita, contohnya beras yang didatangkan dari provinsi tetangga sebenarnya itu adalah beras petani kita,” ungkapnya. (pri/iha/CTK)

Berita Terkait