Ribut di SPBU, Dua Luka Tusuk Bersarang di Perut

 Kamis, Tanggal 16-08-2018, jam 09:41:19
Tambriani menunjukan luka tikaman di perutnya yang ketika itu sudah diperban, tepatnya sembari melaporkan peristiwa itu ke Polsek Ketapang. (FOTO: AIS/KALTENG POS)

SAMPIT-Antrean kendaraan di SPBU Jalan HM Arsyad, Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang yang semula berjalan normal mendadak gaduh, Rabu (15/8) siang. Bahkan seorang pria bernama Tambriani (43) harus dilariakan ke rumah sakit akibat mengalami dua luka tusuk di perut yang diduga akibat tikaman senjata tajam (sajam).

Luka itu diderita Tambriani ketika terlibat keributan dengan Udi (43) yang ketika juga sedang mengantre di SPBU.

“Luka dua kali di sini,” ucap Tambriani sembari menunjukan bagian kiri perutnya kepada petugas Polsek Ketapang.

Tambriani yang diduga sebagai pelangsir menceritakan, keributan berawal dari masalah jalur umum. “Saya menyuruh pembeli untuk maju, laludia (Udi) marah. Katanya kamu kah yang mengurus parkir di sini,” ujarnnya sembari menirukan ucapan terlapor.

Entah bagaimana persisnya, kedua pria ini spontan terlibat pergumulan. Entah diakibatkan benda tajam apa, tiba-tiba saja mengalami luka seperti tikaman di perut.

Cek cok yang diduga lantaran lahan parkir itu berujung luka. Pasalnya Tambrani yang saat itu melangsir di SPBU mencoba untuk menyuruh antrian jalur umum untuk maju. Siapa sangka Udi yang diduga preman itu tersinggung dan tidak terima melihat Tambrani mencoba diduga mengambil kendali perannya sebagai juru parkir (jukir).

 

 

Hingga terjadi pertikain dan perkelahian diantara mereka berdua, meski sudah dileraikan warga sekitar. Namun siapa sangka Udi mengambil benda dari dalam tasnya hingga kembali memangil Tambrani dan terjadi perkelahian.

“Kami sempat berkelahi. Namun setelah itu dia pergi dan saya juga pergi. Kemudian saya dipanggil lagi. Ketika saya menghampiri itulah dia menampar saya dengan benda tidak tahu menggunakan apa. Saya tangkis lalu kena sini (perut),” ujarnya.

 Insiden perkelahian itu juga terdengar oleh Kepala Desa Pelangsian, Darmansyah. Sebab, Darmansyah juga lah yang menemani Tambriani melapor ke kepolisian.

“Sebenarnya bukan ini saja kejadian perkelahian. Sebab sudah empat kali. SPBBU di situ sampai saat ini masih dikuasai preman-preman,” ucap  Darmansyah. (ais/OL)

Berita Terkait