Waketum Gerindra Sebut Hanya Politisi yang Salah Minum Obat, Terus Permasalahkan Mahar

 Sabtu, Tanggal 18-08-2018, jam 10:31:20
FX Arief Poyuono (foto: net)

DUGAAN mahar yang diberikan Sandiaga Uno terhadap Gerindra, PAN dan PKS terkait mahar terus saja dipermasalahkan. Banyak pihak meminta supaya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turun tangan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan ‎tidak ada itu satu kata pun dalam UU Pemilu kata Mahar. Bahkan sudah dijelaskan oleh Sandiaga Uno uang yang ia keluarkan lebih dari Rp 1 triliun itu sebagai biaya kampanye.

‎"Hanya orang yang kurang pengetahuan dan salah makan obat yang terus mempermasalahkan mahar‎. Emang mau kawin apa pakai mahar-maharan. Coba ya politisi yang terus mempermasalahkan mahar baca berulang ulang UU Pemilu, ada enggak kata mahar," ujar Arief kepada JawaPos.com, Jumat (17/8).

Menurut Arief, mahar itu cuma bahasa politik yang dibuat oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief karena kecewa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak dijadikan cawapres oleh Prabowo Subianto. Padahal sudah jelas AHY itu legawa dan sangat sportif sekali .

"Dari sikap AHY jelas dia jauh lebih matang dalam politik dibandingkan Andi Arief, walau AHY itu terbilang debutan baru. Nah kawan Andi Arief tolong sadar dan insyaf dong, nanti kamu cuma diketawain aja," katanya.

Sementara Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ‎yang juga mempermasalahkan mahar Rp 1 triliun dikatakan Arief, untuk membaca UU Pemilu.

Kata dia, Pemilu dan Pilpres perlu biaya saksi. Sehingga yang dilakukan Sandiaga adalah untuk kampanye Pilpres. Bahkan kata dia, biaya kampanye Sandiaga masih kecil ketimbang Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin.

"Jadi mari kita bertarung dengan bersih dan sopan serta tolong koreksi diri apakah, pemerintah Jokowi sudah berhasil atau belum dalam mengurangi utang negara dan angka pengangguran," pungkasnya. (gwn/JPC)

Berita Terkait