Sabtu, 10-02-2018 jam, 10:33:53
Pemko Palangka Raya

Produksi Ikan Berkurang

Produksi Ikan Berkurang
Penjualan ikan patin di Jalan Jawa, Pasar Besar Palangka Raya.// DENAR/KALTENG POS

PALANGKA RAYA - Ikan patin di pasaran beberapa waktu lalu cukup susah ditemukan. Rupanya ini karena produksi ikan tersebut berkurang dari biasanya. Padahal permintaan di pasaran cukup tinggi. Produksi tersebut berkurang, diketahui lantaran biaya pakan mahal.

“Ikan Patin jenis apa dulu yang langka di pasaran, apakah ikan patin keramba atau ikan patin sungai. Kalau keramba berpengaruh karena biaya pakan yang mahal namun dari segi harga cenderung murah,” ujar Kepala Dinas Perikanan Palangka Raya Helmi, Jumat (9/2).

Helmi menjelaskan, langkanya ikan patin di pasaran ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai konsumsi ikan untuk di Palangka Raya. Sebab masih banyak alternatif lain yang dpilih masyarakat untuk menggantikan ikan tersebut.

“Saya rasa ikan lain bisa dijadikan pengganti ikan patin ini, karena masih ada nila, lele dan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Helmi, pihaknya tetap melakukan pengembangan dan budidaya ikan-ikan yang familiar di masyarakat. Namun petani keramba ikan yang ada ini terkadang karena biaya yang cukup besar untuk pakan otomatis sulit untuk mendapatkan keuntungan yang sesuai.

“Ya itu tadi karena ada petani keramba ini yang agak sedikit enggan untuk jenis patin ini karena dirasakan untuk keuntungan kurang dari jenis ikan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Budidaya Perikanan Lensi Asi menjelaskan, berdasarkan untuk produksi ikan patin keramba tahun 2017 berjumlah 3.816.88 ton. Sedangkan, di kolam 3.225.93 ton. Dengan jumlah keseluruhan mencapai 7.044.11 ton.

“Itu yang ada di data statistik kami dan patin salah satu pengembangan budidaya untuk Palangka Raya selain dari ikan-ikan lainnya,” terangnya.

Terpisah, petani patin keramba yang ada di sekitar bantaran Sungai Kahayan, Rahman mengatakan, sebenarnya untuk patin ini pemeliharaannya tidaklah susah, namun dari segi pakan tentunya lebih banyak.

“Kalau dirasa besar biaya pakannya memang benar saja, sebab segi pendapatannya pun hanya untung Rp 1.000 sampai Rp 2.000 perkilonya, dan hampir mendekati modalnya saja. Kalau untuk keuntungan beda tipis saja dari biaya peliharanya,” jelasnya belum lama ini.

Dirinya mengakui, memang beberapa waktu lalu ada kekosongan ikan patin di pasaran, namun bukan berarti itu berpengaruh dan mempunyai dampak besar. Sebab pasokan dari luar Palangka Raya masih bisa didatangkan. “Itu karena ideal panennya rata-rata di atas satu kilo lebih per ekornya, kalau di panen belum sampai dengan berat itu maka kami rugi nantinya,” pungkas Rahman. (ari/ila/iha)


Statistik Pengunjung

  • Pengunjung Hari ini :

  • Total Pengunjung :

Pasang Iklan
Artikel
Cinque Terre
You can put anything you want inside of these side widgets.
Side Widget
You can put anything you want inside of these side widgets. They are easy to use, and feature the new Bootstrap 4 card containers!
Artikel
Cinque Terre
You can put anything you want inside of these side widgets.
Artikel
Cinque Terre
You can put anything you want inside of these side widgets.
Artikel
Cinque Terre
You can put anything you want inside of these side widgets.