Rabu, 14-02-2018 jam, 06:38:58

Limbah Plastik Jadi Bahan Campuran Pembuatan Batako

Limbah Plastik Jadi Bahan Campuran Pembuatan Batako
Bupati Kobar Hj Nurhidayah (tiga dari kanan) saat melakukan kunjungan kerja ke tempat pembuatan batako barbahan capuran limbah plastik di kawasan TPA Trans LIK, Desa Pasir Panjang, belum lama ini. //RUSLAN/ KALTENG POS


PANGAKALAN BUN-Potensi pemanfaatan limbah dari plastik banyak memiliki kegunaan, jika dikembangakan secara maksimal akan menghasilkan nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat, mulai dari hasil kerajinan tangan, sebagai bahan campuran untuk bahan bagunan. Melihat banyaknya potensi inilah, membuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai melirik pemanfaatan limbah plastik secara besar untuk dikembangkan sebagai upaya menyejahterakan masyarakat dan bermuara pada kemajuan pembangunan di Kobar.

Sejauh ini pengelolaan limbah plastik di Kobar sudah mulai berjalan, hanya saja prosesnya belum terlalu maksimal lantaran kesadaran sebagian masyarakat yang masih mengagap sampah sebagai limbah yang kotor.Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLH Kobar Robiannor mengatakan, di Kobar, saat ini pengembangan yang berasal dari bahan limbah masih terbilang sedikit, dan baru ada dua jenis limbah yeng dikembangkan, yakni mengembakan pengolahan pemanfaatat limbah plastik jadi bahan baku pembuatan batako, dan pemanfaatan sampah organik, khususnya daun di manfaatkan jadi pupuk organik.

“Kedepan, khusnya pemanfaatan limbah plastik menjadi bahan campuran pembuatan batako akan dimanfaatkan untuk membangun saluran irigasi di kawasan TPA Trans LIK," ujar Robi Kapada Kalteng Pos, Selasa (13/2).

Untuk sementara pembuatan batako dari bahan campuran limbah plastik sudah berjalan, dan baru dikembangkan oleh satu orang saja yang juga merupakan relawan pecinta lingkungan, sedangkan hasil produksinya pun hanya untuk keperluan pribadi. "Saat ini sudah berproduksi, namun hanya untuk penggunaan pribadi, namun sudah ada beberapa perusahaan di kobar yang ingin menampung batako hasil daur ulang berbahan campuran daur ulang limbah plastik tersebut," jelasnya.

Kedepannya, Robi meneruskan pihaknya akan terus kembangakan lagi inovasi terbaru, selain yang sudah ada dan dikembangkan saat ini. Khususnya untuk limbah palastik yang sudah berkembang, kemudian pihanya juga mencari inovasil baru  terkait pengolahan sampah organik. Semantara itu Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, pemerintah mendukung pemanfaatan limbah di Kabupaten Kobar, di antaranya dengan mendorong instansi terkait untuk melakukan kajian bermanfaat untuk pamanfaatan limbah sekaligus mengurangi volume  sampah di Kobar.

"Ada beberapa upaya kami lakukan untuk penaganan sampah, termasuk mendukung kegiatan pecinta lingkungan yang sudah menciptakan batako, dan ini sangat luar biasa, karena sudah berhasil menciptakan produk berbahan limbah," kata Nurhidayah, saat dikonfirmasi awak media. (lan/ala/dar)