Kamis, 15-02-2018 jam, 09:01:57

WADUH...! Ternyata Tiga Lokalisasi Prostitusi Masih Eksis

WADUH...! Ternyata Tiga Lokalisasi Prostitusi Masih Eksis
ILUSTRASI


PANGKALAN BUN-Bisnis prostitusi di tiga desa yang ada di Kecamatan  Kotawaringin Lama (Kolam), Kotawaringin Barat (Kobar) tetap eksis dan belum tersentuh oleh aparat. Padahal pemerintah daerah tengah gencar-gencarnya mempersiapkan penutupan beberapa lokasi sebelum memasuki bulan suci ramadan.Tiga lokasi prostitusi plus karaoke itu berada di Desa Tempayung, Desa Sakabulin dan Desa Dawak dengan jumlah psk antara 5 - 7 orang per lokasi.

Salah seorang warga Desa Tempayung Syahwan yang dibincangi Kalteng Pos menyebutkan, di tiga lokasi tersebut selain menjalankan bisnis prostitusi dan karaoke juga beredar berbagai minuman keras seperti arak, bir dan anggur merah. Sepengetahuan dirinya, salah satu lokasi prostitusi di Tempayung bahkan sudah beroperasi selama belasan tahun, bahkan cenderung tidak tersentuh oleh Satpol PP Kobar, bisa jadi jarak lokasi yang jauh dari akses membuat tiga lokasi ini lepas dari pantauan.

“Kalau di Tempayung ada sekitar 7 orang PSK, Dawak 7 Sakabulin 5 PSK, rata - rata usia para psk ini sudah di atas 30 tahun bahkan ada yang berusia 35 tahun, kalau minuman yang botolan mereka dapatnya dari Air Upas Kalbar,” ujarnya, kemarin (14/2).

Diungkapkan bahwa di Kecamatan Kolam, khususnya di hutan lindung Desa Babual Baboti, Kecamatan Kolam yang bersebelahan dengan Desa Tempayung ditenggarai ada aktivitas pabrik miras berskala besar, dua pabrik itu disebut-sebut merupakan milik seseorang yang berasal dari Kalimanta Barat.Akhir tahun 2017, di lokasi ini pernah diungkap 5 pabrik dengan barang bukti ratusan liter arak. Ia juga mengatakan sejatinya, lokasi prostitusi di Tempayung, Dawak dan Sakabulin beberapa waktu yang lalu sudah disegel dan dilarang beroperasi oleh Polsek Kolam, namun entah mengapa sampai saat ini masih berjalan aktivitasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kasi Ops dan Pengendalian, Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, Gusti Muhammad Rois mengungkapkan bahwa, baru-baru ini pihaknya bersama Kasatpol PP dan Damkar Kobar sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Kolam untuk bermusyawarah bagaimana rencana menutup tiga lokasi tersebut. Rencananya, para mucikari akan dipanggil dan diminta untuk menutup usaha prostitusinya. “Rencananya waktu kita ke Kolam akan sekaligus melakukan peninjauan tetapi karena keterbatasan waktu sehingga dibatalkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam rapat koordinasi bersama DPRD Kobar baru-baru ini Satpol PP Kobar diminta untuk tidak hanya menutup lokasi prostitusi Dukuh Mola, Simpang Kodok dan Sungai Pakit di Kecamatan Pangkalan Banteng tetapi juga melakukan penertiban terhadap lokasi-lokasi seperti di Kolam dan warung remang-remang di Jalan Ahmad Yani dan jalan arah Desa Runtu. Selain itu, barakan, hotel dan karaoke juga akan ditertibkan dan dirazia secara rutin paska penutupan lokasi prostitusi. (* tyo/ala/dar)