Selasa, Tanggal 13-03-2018, jam 08:57:39

Komunitas Ladang Berbagi

Bantu Perbaikan Rumah Warga Tak Mampu
Share
Komunitas Ladang Berbagi
Anggota Komunitas Sosial Ladang Berbagi membantu perbaikan rumah warga di Desa Pacewetan, Kecamatan Pace, kemarin. (REKIAN - RadarKediri/JawaPos.com)

Dua tahun berdiri, Komunitas Sosial Ladang Berbagi sudah banyak membantu warga tidak mampu. Mengandalkan iuran anggota aktif dan nonaktif, sudah ada puluhan rumah warga yang diperbaiki.

“Kris tangkaaaap!” teriak pria berperawakan kekar sambil melempar dua keping genting ke atap rumah milik Wahyu Kristanto di Desa Pacewetan, Kecamatan Pace, kemarin. Pemuda berbaju biru yang ada di atap itu pun langsung tanggap. Dia menangkap genting yang dalam hitungan detik sudah ada di depannya.

Puluhan orang berbaju biru terlihat sibuk memasang genting di rumah berdinding batu bata itu. Selain beberapa orang di bagian atas, banyak pula yang berjajar di bawah dan mengangkat genting secara estafet sebelum dilempar ke atas.

“Ojo banter-banter (jangan cepat-cepat, Red),” sambung Lusiana yang ikut mengangkat genting.

Ya, puluhan orang berbaju biru yang sedang merenovasi atap rumah Wahyu Kristanto itu merupakan anggota Komunitas Sosial Ladang Berbagi (LB). Berasal dari berbagai latar belakang, mulai petani, tukang, apoteker, perawat dan mahasiswa, mereka melebur menjadi satu karena niat yang sama. Membantu warga kurang mampu.

Seperti kemarin, laki-laki dan perempuan terlihat tak canggung ikut mengangkat genting dan memasangnya hingga tuntas. Agar tak lelah, mereka seringkali mengerjakannya sembari bercanda. “Kris (Wahyu Kristanto, Red) memang layak dibantu. Dia kerja serabutan. Tinggal sendiri dan rumahnya hampir roboh,” kata Mujino, anggota LB asal Desa Gempol, Rejoso yang kemarin ikut kerja bakti.

Karena dianggap layak menerima bantuan, LB menggratiskan biaya renovasi rumah pemuda berusia 24 tahun itu. Hal yang sama juga dilakukan di puluhan rumah lain yang direnovasi oleh LB.

Tak sekadar menyumbangkan tenaga, LB juga memberi bantuan bahan bangunan. Saat proses perbaikan rumah, anggota LB membawa bekal dari rumah. Sehingga, praktis penerima bantuan tidak perlu menyediakan apapun.

Hingga awal 2018 ini, total sudah ada 28 anggota LB. Puluhan orang itu pula yang setiap ada kegiatan selalu mengikuti. Selain menyumbangkan tenaga, mereka juga aktif melakukan iuran.

Dana dari anggota inilah yang digunakan untuk membantu warga kurang mampu. “Selain anggota aktif (28 orang, Red) ada anggota nonaktif. Mereka yang ikut menyumbang dana untuk kegiatan komunitas,” terang pria yang bekerja sebagai petani itu.

Salah satu anggota nonaktif komunitas LB adalah para tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nganjuk. Setiap ada bakti sosial dari LB, mereka aktif memberikan sumbangan.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 18 Sep 18


Minggu, 16-09-2018 : 01:15:29
Jeep Bukan Monopoli Kaum Adam

Mobil Jeep tidak selalu identik dengan kaum adam. Para wanita juga tidak dilarang mencintai mobil ini. Mereka-mereka yang mencintai mobi legendaris dari Amerika itu bergabung dalam sebuah komunitas ... Read More

Minggu, 16-09-2018 : 01:11:49
Berbagi Bekal untuk Calon Generasi Emas

SEBUAH grup chat dibuat secara khusus oleh Neny Rahmawati. Anggota grup chat tersebut adalah klien-kliennya di Griya Bunda Sehat Balikpapan. Grup chat itu dim ... Read More

Senin, 10-09-2018 : 11:37:46
Komunitas Pasar Lomba Menyeduh Kopi

KOPI semakin dicintai masyarakat. Seperti yang dilakukan para pecinta yang juga tergabung dalam komunitas kopi Santa, Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan berlomba menyeduh kopi sec ... Read More

Senin, 10-09-2018 : 11:36:17
Tarian Bercahaya Wotagei

BANYAK cara untuk mengekspresikan diri dan berlaku positif. Dengan memanfaatkan kemampuan menari, ditambah pernak-pernik lampu yang warna-warni, anak-anak muda kreatif di Kota Cant ... Read More