Senin, Tanggal 26-03-2018, jam 11:05:03
Catatan Harian Internasional

Utang Malaysia

Share
Utang Malaysia


TUMBEN ini terjadi. Seumur-umur baru kali ini utang luar negeri Malaysia diributkan. Mungkin karena di sana juga segera Pemilu. Mungkin juga karena baru sekarang ini hutang Malaysia mencapai 50 persen dari GDP. Belum pernah rationya sebegitu tunggi. Jauh lebih tinggi dari hutang Indonesia. Mungkin juga ribut-ribut di sana itu sekedar karena ketularan keributan di Indonesia.

Waktu berobat di Singapura bulan lalu saya nyeberang ke Johor Bahru. Sambil menunggu jadwal dokter berikutnya. Sebulan lalu isu utang itu belum jadi kehebohan. Yang ramai saat itu juga sama dengan yang lagi ramai di Indonesia: kehadiran proyek Tiongkok yang sangat masif. Dan dampaknya bagi perkembangan sosial. Saya sempatkan keliling kota-kota baru di Johor Bahru. Seperti Iskandar City dan Forest City. Untuk menangkap suasana kebatinan di sana: mengapa proyek-proyek semacam itu jadi isu.

Sangat menarik. Tapi kali ini topiknya hutang Malaysia. Bukan proyek Tiongkok di sana. Berapa sih sebenarnya utang Malaysia yang diributkan itu? Untuk ukuran kita jumlahnya tidak sampai sebesar ujung jari kelingking: 684 miyar ringgit. Kalikanlah 3.500. Hanya Rp 2.000 triliun.

Besar juga ya? Dan itu mencapai 51 persen GDP.

Size ekonomi Malaysia memang jauh lebih kecil dari Indonesia. Meski rata-rata pendapatan rakyatnya hampir empat kali lipat lebih tinggi dari pendapatan rakyat Indonesia. Data terakhir, 2016, income per capita rakyat Malaysia adalah 11.000 dolar AS.

Di Malaysia perdebatannya bukan hanya soal besaran utang. Tapi juga bagaimana menyelesaikannya. Mahathir Muhamad misalnya. Tokoh sentral oposisi saat ini, menunjukkan bukti. Pada zaman pemerintahannya bisa membangun begitu maju Malaysia. Tanpa utang yang menggunung. Tanpa proyek dari Tiongkok.

Kini tokoh yang sudah berusia 92 tahun itu memang ingin come back. Kalau Koalisi Harapan yang dipimpinnya menang pemilu Mahathir akan jadi perdana menteri lagi. Partai Tionghoa masuk dalam koalisi ini. Mempersoalkan utang termasuk strategi mengalahkan koalisi UMNO yang kini memerintah. Dengan perdana menteri Najib Razak, putra Tun Razak yang legendaris.

Misalnya sopir taksi di Johor Bahru ini. Ketika soal korupsi itu saya bicarakan dengannya sang sopir bersikap begini: Najib itu orang baik. Istrinyalah yang rakus. Lantas dia menceritakan soal istri Najib panjang lebar. Dia akan tetap pilih UMNO. Mahathir dianggap sudah terlalu tua. Juga tidak bersih-bersih amat.

Meski pers di Malaysia sangat tidak bebas toh masih banyak ocehan di media sosial. Termasuk dalam wujud humor. Misalnya ini: Najib dan Mahathir masuk toko roti. Tidak beli apa-apa. Sampai di luar Najib membanggakan diri. Bisa mencuri tiga roti tanpa ketahuan. Dia tunjukkan ke Mahathir tiga roti di dalam sakunya.

Mahathir mencela Najib. Mengapa harus mencuri. Dia ajak Najib masuk toko roti lagi. Ingin menunjukkan bagaimana bisa dapat tiga roti tanpa mencuri. Sampai di dalam, Mahathir bicara dengan pemilik toko. Disaksikan Najib. “Tolong beri saya tiga roti. Akan saya tunjukkan keajaiban tiga roti Anda,” ujar Mahathir.

Pemilik toko memberikan tiga roti itu. Mahathir memakannya satu persatu.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Sep 18


Kamis, 20-09-2018 : 09:39:12
Laki-Laki Misterius Bernama Misteri

Saya dapat kiriman naskah bagus. Dari teman di Singapura. Dulu pemilik perusahaan sekuritas di Jakarta.

Penulis naskah itu John R Malott. Mantan duta besar Amerika Serikat di Malaysia. Is ... Read More

Rabu, 19-09-2018 : 07:27:13
Houston

Namanya masjid Istiqlal. Lokasinya di kota Houston, Texas, Amerika. Saya salat Magrib di situ. Minggu malam kemarin. Satu jam dari Pasadena: kawasan petrochemical yang begitu masifnya. Di pantai Te ... Read More

Selasa, 18-09-2018 : 07:25:10
Hukuman Baru yang Dicepatkan

Trump meneruskan hukuman untuk Tiongkok. Bahkan meningkatkannya. Dan mempercepatnya pula.

Senin kemarin hukuman baru itu harus diberlakukan. Lebih cepat dari rencana semula. Lebih besar d ... Read More

Senin, 17-09-2018 : 09:34:24
Bank Century Lagi Hidup Mati

Kasus Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati terus.

Yang menghidupkan dan mematikannya itu media dari Hongkong: Asia Sentinel. Media online. Ta ... Read More