Kamis, Tanggal 12-04-2018, jam 12:21:35
Melepaskan Tari, Nabima, Hayley dan Meong ke Hutan Kalteng (2)

Demi Orangutan, Menyusuri Sungai dan Bukit Selama 16 Jam

Share
Demi Orangutan, Menyusuri Sungai dan Bukit Selama 16 Jam
Perjalanan mengantar orangutan ke TNBBBR mesti dilakukan dengan menggunakan kelotok. Tim BOSF dan aktris Shopia Latjuba ikut menjaga dua orangutan yang akan dilepaskan, Rabu (4/4). (JAMIL/KALTENG POS)

Demi menjaga populasi orangutan, perjalanan 16 jam mesti ditempuh dari Palangka Raya ke TNBBBR, Katingan. Melintasi jalan tanpa aspal hingga menyusuri sungai.

 

JAMIL JANUANSYAH, Katingan

 

JARAK pandang sekitar 4 meter menambah sulit perjalanan. Brigadir Romondus Bayu mesti menegakkan kursi yang didudukinya. Beberapa kali ia menoleh kiri dan kanan. Memilih jalur yang tepat agar tidak mengarah ke jurang.

Perjalanan dari Desa Tumbang Manggu menuju ke Desa Tumbang Tundu, Kecamatan Marikit, Katingan, Selasa (3/4) malam itu yang pertama baginya. Demikian pula bagi Briptu Husein. Pria agak tambun ini duduk di sebelah Bayu. Mereka sama-sama mempelototi lajur jalan yang mesti diambil, sembari berdiskusi tentang kecepatan mobil, daya tahan penumpang, hingga keadaan artis Shopia Latjuba dan Kaemita Boediono.

Obrolan keduanya terdengar samar-samar, diiringi alunan musik koplo yang menemani malam panjang itu.

Hanya untuk penawar kantuk, berbagai cerita mereka bicarakan malam itu. Obrolan keduanya terbukti ampuh menjadi pemecah kebuntuan. Sebab, kami berada di tengah-tengah hutan. Tidak tahu arah dan tujuan untuk sampai ke Desa Tumbang Tundu. Si sopir, Bayu, hanya mengikuti barisan mobil yang berada di depannya.

Hingga sekitar pukul 02.00 WIB, iring-iringan mobil berhenti di tengah perjalanan. Seperti sebelumnya, tiap 2 jam, rombongan akan berhenti. Teringat pesan Humas BOSF Nyaru Menteng Monterado Fridman, bahwa keempat individu orangutan ini menambah populasi orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Katingan, menjadi 79 individu. Keempat orangutan Borneo (Pongo Pygmaeus) ini sudah menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Serta, telah layak untuk dibebaskan ke hutan. Namun, sedikit kesalahan saja bisa merusak hasil rehabilitasi. Sehingga, kondisi orangutan mesti diperhatikan.

“Di perjalanan nanti, tiap 2 jam sekali, orangutan akan kami cek kesehatannya. Di bagian ini, boleh mengambil foto, tapi tidak boleh menggunakan flash. Karena itu sudah prosedurnya,” pesan pria yang juga akrab disapa Agung ini sebelum perjalanan dimulai.

Pesan itu, jadi petunjuk jika tiap 2 jam sekali kami akan istirahat. Walaupun sejenak, kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Penulis membuka pintu mobil Ranger, Ford. Setelah mengecek keamanan tempat pijakan, kaki kiri langsung mendarat di jalan yang ternyata becek.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Sep 18


Kamis, 20-09-2018 : 06:27:59
Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani juga tak mau dipaksa belajar. Ia sadar pentingnya belajar. Bahkan di usianya yang masih beli ... Read More

Senin, 17-09-2018 : 09:50:53
Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa membantu masyarakat. Menjadi badut misalnya. Menghibur diri sambil mengais rezeki.

... Read More

Minggu, 16-09-2018 : 10:21:18
Ingin Membesarkan MTQ dan Membangun Pondok

Menjadi guru mengaji, kemampuan almarhum HM Sadri Arsyad tak perlu diragukan lagi. Imam masjid berusia 76 tahun itu pernah juara membaca alquran. Bahkan, mengajar mengaji dilakukannya sejak 1979 hi ... Read More

Sabtu, 15-09-2018 : 10:52:17
Melihat Upaya BPBD Hadapi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus meluas di Kabupaten Kapuas. Pemadaman yang dilekukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini tak lagi mampu dilakukan melalui jalur dara ... Read More