Kamis, Tanggal 12-04-2018, jam 12:49:54
Efek Kedatangan Pekerja Tiongkok

Enam Bulan Berpacaran dengan Bantuan Google Translate

Share
Enam Bulan Berpacaran dengan Bantuan Google Translate
Filla Fauziah Kasim bersama anak dan orang tuanya di Desa Bumi Indah, Konawe, Sulawesi Tenggara. (Agus Dwi Prasetyo/Jawa Pos)

Bahkan setelah resmi menikah, legalitas pernikahan pekerja Tiongkok dengan warga lokal di Morosi masih dipertanyakan. Ada pula yang bingung karena sang anak diboyong ke Negeri Panda.

Agus Dwi Prasetyo, Konawe

FILLA Fauziah Kasim harus bersabar tiap kali berkomunikasi dengan sang pacar. Meski mereka duduk berhadap-hadapan atau berdampingan, dia harus "bicara" melalui sang perantara dulu. Namanya: Google Translate.

Dituliskannya apa yang mau dia ucapkan di situ. Hasil terjemahan aplikasi itu yang lantas dibaca sang kekasih. Baru ngeh. "Enam bulan saya pakai Google Translate waktu pacaran," kenang Filla dengan malu-malu. Maklum, pacarnya, Lyu Zhiqiang, yang berasal dari Tiongkok, tak menguasai bahasa Indonesia. Sedangkan Filla yang lahir dan besar di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, juga tak paham satu pun kata dalam bahasa ibu Lyu.

Tapi, kesabaran dan perjuangan keduanya tak sia-sia. Pada 12 Desember 2016, mereka resmi menikah. Setahun berselang, lahirlah buah cinta mereka, M. Farzan Seif. Bersandingnya Filla dengan Lyu adalah salah satu efek berbondong-bondongnya pekerja dari Tiongkok ke Morosi sejak 2015. Di kota kecamatan itu mereka bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Dalam berbagai kapasitas.

Sebagian dari mereka lajang, sebagian sudah berkeluarga. Tak satu pun yang datang ke pelosok Konawe, sekitar 40 menit dari Ibu Kota Kendari, itu sembari membawa pendamping. Entah istri atau pacar. Meski demikian, yang kemudian tertambat hatinya dengan warga lokal tak banyak. Dari 742 pekerja Tiongkok di sana, diketahui hanya enam yang menikah dengan perempuan setempat. Itu pun tak semua mau terbuka bercerita.

"Saya ketemu istri main-main (saat jalan-jalan, Red) ke pantai," ungkap Lyu yang lahir dan besar di Provinsi Jilin, Tiongkok, kepada Jawa Pos yang menemuinya di rumah makan miliknya di Morosi Rabu lalu (4/4).

Karena itulah, untuk mendapatkan cerita lengkap tentang pernikahannya dengan Filla, Lyu meminta Jawa Pos menemui sang istri dan keluarga besarnya yang tinggal di Desa Bumi Indah, Lalonggasumeeto, Konawe. Sekitar satu jam perjalanan darat dari Morosi. Kasim, ayah Filla, mengenang, Lyu mulai mendekati anak gadisnya setelah Ramadan 2016. Kala itu anak ketiganya tersebut baru saja pulang setelah menginap di rumah ibu kandungnya di Desa/Kecamatan Motui, Konawe Utara. "Selesai puasa itu, dia sering berkunjung ke rumah. Kadang satu minggu itu tiga kali," ingatnya.

Lama-kelamaan, Lyu akhirnya menyampaikan keinginannya meminang Filla yang kala itu baru saja lulus SMK. "Dia sampaikan secara jantan, saya mau menikah dengan anaknya bapak," ucap Kasim menirukan pinangan Lyu saat itu.

Banyak faktor yang harus dipertimbangkan yang membuat Kasim memilih tak menggubris lamaran Lyu itu. Tapi, Lyu ternyata tak menyerah. Tiga bulan lamanya pria asal Negeri Panda tersebut terus melakukan pendekatan. Termasuk menyatakan kesiapannya menjadi mualaf. "Saya pikir berkali-kali. Okelah, barangkali ini skenario Allah bahwa saya punya anak akan kawin dengan orang Tiongkok," ujar Kasim.

Lyu pun menikahi Filla secara Islam. Mengganti namanya menjadi M. Allif yang merupakan kebalikan nama sang istri. Allif memberikan uang Rp 30 juta kepada keluarga Kasim untuk tambahan biaya pesta perkawinan tersebut. "Ternyata itu masih ada sisa biaya, sekitar Rp 5 juta. Nah, ambil saya bilang (ke Allif)," kata Kasim.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Sep 18


Senin, 17-09-2018 : 01:10:23
Jarang Digoyang Suami, Akhirnya Goyang Bareng Sopir

Selalu ditinggal Donwori ke luar kota, Sephia merasa kesepian. Ada saat-saat Sephia ingin bercengkrama dengan suaminya, namun Donwori tak ada di sisi.

Hingga akhirny ... Read More

Minggu, 16-09-2018 : 08:19:08
Berbagi Bekal untuk Calon Generasi Emas

SEBUAH grup chat dibuat secara khusus oleh Neny Rahmawati. Anggota grup chat tersebut adalah klien-kliennya di Griya Bunda Sehat Balikpapan. Grup chat itu dimanfaatkan untuk m ... Read More

Sabtu, 15-09-2018 : 10:58:26
Paguyupan Lembur Kuring Bersilaturahmi

PALANGKA RAYA - Keluarga besar panguyupan lembur kuring Jawa Barat dan Banten se Kalimantan Tengah (Kalteng), melaksanakan acara silaturahmi, di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalt ... Read More

Sabtu, 15-09-2018 : 10:54:20
BPJS Kesehatan Jaga Mutu JKN-KIS

PALANGKA RAYA - Menjaga kualitas layanan program JKN-KIS, merupakan tanggung jawab mutlak dari BPJS Kesehatan, selaku penyelenggara program. Untuk itu perlu dilakukan berbagai kegi ... Read More