Jum`at, Tanggal 13-04-2018, jam 10:20:31
Melepasliarkan Tari, Nabima, Hayley dan Meong ke Hutan Kalteng (3/Habis)

Polda Kalteng Ukir Sejarah Pelestarian Orangutan

Share
Polda Kalteng Ukir Sejarah Pelestarian Orangutan
Tiga srikandi Polda Kalteng melepasliarkan Nabima di TNBBBR, Katingan, baru-baru ini. Aksi peduli satwa dilindungi ini menjadi sejarah bagi Kalteng. (JAMIL/KALTENG POS)

Perjuangan personel Polda Kalteng berbuah manis. Di jantung hutan TNBBR Katingan, terukir sejarah keterlibatan kepolisian menjaga populasi satwa liar dan dilindungi.

JAMIL JANUANSYAH, Katingan

KELOTOK bermesin diesel itu diempas riak Sungai Bamban. Riamnya semakin ganas. Gemercik air beradu dengan suara knalpot kelotok yang semakin bising. Si juru mudi, Bina tampak fokus pada bebatuan yang terhampar di samping kiri dan kanan kelotok. Ia memegang erat kemudi bundar terbuat dari besi itu. Sembari tetap memerhatikan lajur yang mesti dipilih.

Sementara, di bagian belakang dekat mesin, Mandek berdiri layaknya seorang atlet lempar lembing. Tangan kanannya mencengkeram bambu kuning sepanjang 6 meter. Sesekali ia hujamkan bambu tersebut ke berbatuan. Wajahnya memerah, cengkeramannya semakin kuat. Bambu yang lurus jadi melengkung. Motoris ini sedang mempertahankan arah kelotok.

Tindakan itu selalu dilakukannya jika menemui riam. Tidak peduli yang besar atau kecil, riam itu selalu ditaklukkannya. Bina dan Mandek sudah hafal dan pengalaman tentang jalur Sungai Bamban. Sekitar empat jam berlalu, warna air sungai yang keruh mulai terlihat bening.

Berbatuan warna hitam, putih, dan cokelat terhampar di dasar sungai. Panorama yang menyejukkan. Suara burung di kiri dan kanan bibir sungai terdengar merdu. Suara yang jadi pertanda jika kami telah sampai di lokasi pelepasliaran.

“Bagaimana perjalanannya, seru? Ayo, naik dulu. Jangan lupa, hati-hati. Perhatikan pijakan,” teriak CEO BOSF Jamartin Sihite yang lebih dahulu tiba di lokasi.

Di lokasi pelepasliaran ini, Shopia berkesempatan melepaskan orangutan bernama Tari (5) dan Richard Kyle membebaskan Hayley (13). Sedangkan Kaemita Boediono membuka kandang Meong. Meong, orangutan jantan berusia 13 tahun itu langsung memanjat pohon yang berada tepat di depan kandang.

Sebelum melepasliarkan orangutan, ketiga artis ibu kota Jakarta ini diberikan arahan Jamartin Sihite. Laki-laki bergelar doktor ini mengarahkan agar saat membuka pintu mesti hati-hati. Sebab, orangutan sudah melewati proses rehabilitasi. Sehingga tidak boleh berkontak dengan manusia lagi.

“Perhatikan tangan orangutan agar tidak terjepit. Perhatikan jarak serta jalur evakuasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” sebut pria yang akrap disapa Martin ini.

Arahan darinya terbukti ampuh. Ketiga orangutan berhasil dilepasliarkan. Hingga tiba giliran orangutan bernama Nabima.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Sep 18


Kamis, 20-09-2018 : 06:27:59
Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani juga tak mau dipaksa belajar. Ia sadar pentingnya belajar. Bahkan di usianya yang masih beli ... Read More

Senin, 17-09-2018 : 09:50:53
Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa membantu masyarakat. Menjadi badut misalnya. Menghibur diri sambil mengais rezeki.

... Read More

Minggu, 16-09-2018 : 10:21:18
Ingin Membesarkan MTQ dan Membangun Pondok

Menjadi guru mengaji, kemampuan almarhum HM Sadri Arsyad tak perlu diragukan lagi. Imam masjid berusia 76 tahun itu pernah juara membaca alquran. Bahkan, mengajar mengaji dilakukannya sejak 1979 hi ... Read More

Sabtu, 15-09-2018 : 10:52:17
Melihat Upaya BPBD Hadapi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus meluas di Kabupaten Kapuas. Pemadaman yang dilekukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini tak lagi mampu dilakukan melalui jalur dara ... Read More