Sabtu, Tanggal 14-04-2018, jam 06:27:28

Emil Tolak Anggapan Debat Kusir dengan Puti

Emil Tolak Anggapan Debat Kusir dengan Puti
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak. (dok)

SURABAYA-Debat pertama Pilgub Jatim 2018, Selasa (10/4) lalu dinilai beberapa pihak cukup panas. Terjadi adu argument sengit antara calon wakil gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dengan calon wakil gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno. Tidak mau disebut debat kusir, Emil menganggap bahwa itu sebagai sebuah seni.  
“Karena esensi dari sesi debat kemarin itu memang sesi debat bebas. Jadi tidak ada aturan baku berapa waktu yang dialokasikan untuk masing-masing pembicara. Disitulah esensi debatnya,” ujar Emil saat ditemudi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (12/4). 
Suami Arumi Bachsin ini pun menganggap situasi debat saat itu tidak bisa disebut sebagai debat kusri. Sebab, ketika terjadi sebuah debat dan salah satu calon mengganggap durasi waktunya terancam. Maka tentu harus segara masuk. “Tapi disinilah saya rasa kemudian seninya. Bagaimana untuk tidak terlalu menutup ruang bagi pembicaraan lawan. Disini makanya seandainya ada pertanyaan yang dirasa tidak menjawab porsi pertanyaan itu ada disisi penaya wajar apabila ditanyakan lagi,” bebernya. 
Baginya, diwaktu debat merupakan kesempatan bagi pesertanya untuk membangun kerangka berpikir di depan masyarakat. Oleh karenanya bukan satu pihak saja, tapi secara interaktif saling bersahutan argument. 
Kendati demikain, meski sempat terjadi perdebatan sengit, bukan berarti meruncing situasinya setelah debat dengan Puti. Keadaannya harus tetap akrab. Karena itu hanyalah sebuah debat, yang harus ketika selesai maka usai sudah dan harus diakhiri dengan baik-baik. “Jadi jangan disamakan itu emosi. Bukan. Itu adalah suatu permainan intonasi yang merupakan seni dari sebuah perdebatan. Tentu itu (masyakarat) bukan pertama kalinya melihat perdebatan,” urainya. 
Namun, menurutnya, Karena debat kemarin itu head to head, sehingga terlihat cukup seru. “itu yang saya lihat,” ungkapnya. Tetapi secara subtansi Bupati Trenggalek non aktif ini cukup puas terkait yang telah dipaparkan. “Kita berkesempatan untuk melontarkan kesempatan dan memastikan ketika lawan debat kita bisa di counter untuk menguji dasarnya valid atau tidak. Kalau pertanyaan itu tidak terjawab, masyarakat bisa menilai langsung,” sebutnya.
Emil mengaku, dirinya berusaha untuk mengambil serta memetik hal positif dari debat. Tujuannya untuk perkuat soliditas dan menyempurnakan program kerja Khofifah-Emil. Dia pun bersyukur diberi kesehatan sehingga bisa tampil optimal saat debat. (bae/nug)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 21 Jul 18


Kamis, 19-07-2018 : 08:27:22
Ingat! Caleg Bekas Napi Wajib Umumkan Diri di Media Massa

TANGGAPAN publik terhadap calon anggota legislatif (caleg) partai politik (parpol) akan dibuka setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penetapan daftar caleg sementara (DCS). ... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 07:34:58
Zaman Now, Wali Kota Jakarta Timur Dicopot Lewat WA

PEMPROV DKI Jakarta secara resmi mempensiunkan Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana. Menariknya, informasi pemberhentian Bambanga dilakukan lewat pesan singkat WhatsApp. Read More

Selasa, 17-07-2018 : 03:53:12
Massa PDIP Dan Perindo Bentrok di Depan KPU

KERIBUTAN antara massa pendukung PDI Perjuangan dan Partai Perindo menghiasi hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif di KPU RI, Menteng, Jakarta, Selasa (17/7).

... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 01:45:58
Temukan Layanan Publik Buruk? Laporkan Kesini...

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengajak seluruh masyarakat untuk mengadukan pelayanan publik yang kurang baik ... Read More