Sabtu, Tanggal 14-04-2018, jam 06:39:38

16 April, Jadwal Pelunasan ONH Dimulai

16 April, Jadwal Pelunasan ONH Dimulai
Pelunasan BPIH tahap pertama akan dimulai dari 16 April sampai dengan 4 Mei 2018

BAGI calon jemaah haji (CJH) reguler periode 1439 H/2018 M agar segera melunasi ongkos naik haji (ONH). Pelunasan itu dimulai pada 16 April mendatang. Ketentuan itu berdasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) nomor 7/2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). “Pelunasan BPIH tahap pertama akan dimulai dari 16 April sampai dengan 4 Mei 2018,”€terang Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ahda Barori di Jakarta, Jumat (13/4).

Ahda menyebut, pelunasan tahap pertama ditujukan bagi jemaah yang telah melakukan pelunasan BPIH tahun 1438H/2017M atau tahun sebelumnya tapi keberangkatannya tertunda. Sasaran selanjutnya bagi jemaah yang masuk dalam kuota haji tahun 1439 H/2018 M yang belum pernah berhaji. Para jemaah itu telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

Diketahui, tahun ini kuota haji Indonesia mencapai 221 ribu. Jumlah itu terdiri atas 204 ribu kuota jemaah haji reguler dan 17 ribu kuota jemaah haji khusus. Dia berharap calon jemaah haji (CJH) reguler bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk segera melakukan pelunasan. Sebelumnya CJH haji reguler sudah membayar setoran awal sebesar Rp 25 juta. Jumlah yang akan disetorkan selisih dari dana setoran awal dengan BPIH yang telah ditetapkan per embarkasi.

Dia menerangkan dana tersebut disetorkan ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran BPIH yang ditunjuk oleh BPKH. “Jika sampai berakhirnya pelunasan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua. Pelunasan tahap kedua dibuka dari 16 sampai 25 Mei 2018,” tutur Ahda.

Ahda melanjutkan bagi jemaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler tahun 1439H/2018M, diharapkan telah membuat paspor di kantor imigrasi setempat dan menyerahkannya ke Kemenag Kabupaten/Kota untuk diproses penerbitan visanya. “Bagi jemaah Haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler namun belum menjadi anggota BPJS, agar segera mendaftar sebagai anggota BPJS,”pungkasnya. (rgm/JPC/nto)

 

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2018

Daftar BPIH Jemaah Haji Reguler Per Embarkasi

Daftar BPIH bagi TPHD Per Embarkasi

Embarkasi

Biaya

Embarkasi

Biaya

1. Aceh

2. Medan

3. Batam

4. Padang

5. Palembang

6. Jakarta (Pondok Gede)

7. Jakarta (Bekasi)

8. Solo

9. Surabaya

10. Banjarmasin

11. Balikpapan

12. Makassar

13. Lombok

Rp31.090.010

Rp31.840.375

Rp32.456.450

Rp33.068.245

Rp33.529.675

Rp34.532.190

Rp34.532.190

Rp35.933.275

Rp36.091.845

Rp38.157.084

Rp38.525.445

Rp39.507.741

Rp38.798.305

1. Aceh

2. Medan

3. Batam

4. Padang

5. Palembang

6. Jakarta (Pondok Gede)

7. Jakarta (Bekasi)

8. Solo

9. Surabaya

10. Banjarmasin

11. Balikpapan

12. Makassar

13. Lombok

Rp58.796.855

Rp59.547.220

Rp60.163.295

Rp60.775.090

Rp61.236.520

Rp62.239.035

Rp62.239.035

Rp63.640.120

Rp63.798.690

Rp65.863.929

Rp66.232.290

Rp67.214.586

Rp66.505.150



BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Apr 18


Minggu, 22-04-2018 : 08:38:12
Asik! ASN Akan Terima Tiga Kali Gaji Nih di Juni 2018

ANGIN segar berhembus ke para Aparatur Sipil Negara (ASN). Para abd negara yang berjumlah sekitar 4,3 juta ini akan gajian tiga kali pada Juni 2018, menyusul rencana Pemerintah melakukan pembayaran gaji ke-13 dan 14 dilakukan di bulan yang sama.

Ditambah gaji rutin bulanan, berarti pada bulan Juni para ASS akan gajian tiga kali. Gaji ke-13 merupakan bantuan kepada ASN untuk kebutuhan ... Read More

Minggu, 22-04-2018 : 08:33:05
Wow...!!! Angka PNS Cerai Tinggi, Pemicunya Selingkuh

ANGKA perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil setiap tahun makin meninggi. Banyak faktor pemicunya. Salah satunya yang paling ‘favorit’ adalah karena perselingkuhan. Kabupaten Ngawi merupakan salah satu daerh dengan tingkat perceraian PNS tertinggi dalam dua tahun terakhir. Faktor perselingkuhan disebut-sebut sebagai biang keladi retaknya bahtera rumah tangga mereka.

C ... Read More