Minggu, Tanggal 15-04-2018, jam 05:22:45
Dari Balik Puing Reruntuhan Kebakaran Mess Karyawan

Tinggal Baju di Badan, Uang Tabungan Pendidikan Hangus

Tinggal Baju di Badan, Uang Tabungan Pendidikan Hangus
Korban kebakaran yang kehilangan puluhan juta uang tabungan Pendidikan dan tersisa pakaian yang dikenakan, Sabtu (14/4). (KOKO)

Kebakaran menjadi musibah yang melanda warga RT 11b, Jalan Perwira, Kelurahan Mendawai, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Api mengamuk sejumlah rumah dan berdampak pada warga sekitar.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

SIANG itu, Iqbal sedang bercengkerama bersama keluarganya. Tiba-tiba, warga di perkampungan padat penduduk, RT 11b, Kelurahan Mendawai, digegerkan peristiwa kebakaran mess karyawan PT Korindo Ariabima Sari (KAB), Sabtu (14/4) sekitar pukul 11.30 WIB. Api membumbung tinggi, menyentakkan warga sekitar berhamburan ke lokasi kejadian.

Api dengan cepat membakar mess berusia puluhan tahun yang terbuat dari kayu itu. Para penghuni mess tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Salah satunya adalah penghuni mess blok H, Iqbal.  Ia dikejutkan kepulan asap tebal masuk melalui lorong antar blok. Sontak saja ia ke luar rumah. Tapi lidah api sudah menjilat mess di sebelahnya.

Nalurinya sebagai sang ayah muncul. Ia seketika menggendong anaknya dan menarik istrinya untuk menyelamatkan diri ke luar dari mess. “Padahal saya sedang duduk-duduk di rumah, mendengar suara gaduh saya melihat ke luar dan asap sudah memenuhi lorong, yang saya ingat adalah menyelamatkan keluarga saya, karena api sudah melahap kamar sekitar tempat saya,” ucap Iqbal kepada Kalteng Pos.

Di pikiran Iqbal, menyelamatkan keluarganya dari amukan si jago merah yang paling utama. Saat keluarganya berhasil keluar dari lokasi mess, ia berniat balik menyelamatkan barang-barang berharga. Tapi ia dipaksa mengurungkannya karena api sudah besar dan membakar kamarnya.

Ia terduduk lesu. Harta miliknya ludes. Surat berharga, perhiasan, uang tabungan sebesar Rp3 juta dan barang berharga lainnya hangus.  “Saya dan istri serta anak saya tidak membawa apa-apa hanya baju di badan yang terbawa,” ujar Iqbal sambil mengusap air mata yang tak mampu dibendungnya.

Bukan hanya mess karyawan yang terbakar, rumah warga ikut menjadi korban. Bahkan hampir saja kobaran api menjalar ke 9 rumah warga menimbulkan korban jiwa. Menurut Sinar, yang rumahnya bersebelahan dengan mess karyawan yang terbakar menceritakan bahwa saat peristiwa kebakaran, putra laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMK sedang tertidur di dalam kamarnya. Ia tak mengetahui bahwa kebakaran hebat sedang terjadi dan api sudah menjalar dan membakar bagian atas rumah miliknya.

Sinar yang saat itu sedang tidak ada di rumah, mendapat kabar dari keluarganya bahwa rumahnya sudah ikut terbakar. Ia ingat anaknya sedang tidur di rumah dan ia meminta tolong saudaranya untuk melihat memastikan anaknya selamat.

“Rupanya saat kebakaran anak saya sedang tidur di kamar dan dalam keadaan terkunci, saat saya beritahu saudara segera masuk ke rumah yang apinya sudah besar, Alhamdulillah saat pintu didobrak anak saya segera bangun dan menyelamatkan diri,” ujar Sinar.

Sinar masih bersyukur kepada Allah SWT, dua orang anaknya masih selamat. Ia tak menyesali uang pendidikan anaknya sebesar Rp20 juta, kendaraan roda dua, perhiasan serta surat berharga ludes. Baju yang melekat di badan merupakan satu-satunya barang yang tidak ikut terbakar.

Bukan hanya sinar dan Iqbal tapi puluhan Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas karyawan PT KAB, dan delapan rumah warga mayoritas tak sempat menyelamatkan barang-barangnya, bahkan ada satu warga yang tiga kendaraan roda duanya hangus terbakar.

Kebakaran yang berlangsung 2,5 jam itu, menyisakan kepedihan bagi korban. Mereka tidak tahu harus kemana, karena ada di antara mereka yang tidak memiliki keluarga sama sekali di Pangkalan Bun. “Belum tahu saya mau ke mana mas, bingung juga kami,” ujar salah satu warga yang menjadi korban kebakaran.

Saat ini, seluruh korban kebakaran ditempatkan untuk sementara waktu di GOR Korindo. Dinas Sosial Kabupaten Kobar bertindak cepat dengan mengirimkan sebanyak 60 matras dan 15 terpal untuk alas tidur para korban kebakaran. Secepatnya dapur umum juga akan disiapkan menggunakan mobil dapur umum lapangan milik Dinsos Kobar. “Ada 60 matras dan 15 terpal untuk 60 KK, jumlah tersebut belum dihitung jiwa dan kami akan mengirim perlengkapan lainnya, termasuk membuat dapur umum,” ujar Staf Dinas Sosial yang juga Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) di GOR Korindo. Puluhan KK korban kebakaran membutuhkan uluran tangan masyarakat, terutama untuk kebutuhan pakaian dan keperluan ibu-ibu dan anak. (*)



BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Apr 18


Minggu, 22-04-2018 : 07:55:08
Nostalgia Diwarnai Fenomena Joget Bersama

Ribuan masyarakat khususnya Palangka Raya dan sekitarnya, terhipnosis oleh penampilan band papan atas negeri ini. Dibuat tak sadar, penggemarnya ikut meloncat dan bernyanyi sambil berteriak.

RIDUAN, Palangka Raya

BAGI sebagian masyarakat Kota Palangka Raya bisa jadi lebih memilih menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Tetapi, banyak juga yang memilih mendatangi Stadion S ... Read More

Sabtu, 21-04-2018 : 05:40:09
Ketika Sang Komandan Meneteskan Air Mata

SUASANA di halaman Mapolres Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat pagi (20/4), terlihat berbeda dari biasanya. Mulai dari barisan polisi berdiri tegap dengan seragam dan senjata, kemudian sejumlah pejabat pemda setempat juga terlihat.

Pada gerbang masuk markas, sepotong kayu pantan dibungkus kain, terlihat dipasang melintang. Seorang basir (tetua adat Dayak) berdiri tak j ... Read More