Senin, Tanggal 16-04-2018, jam 11:11:37

Nggak Kuat Ngorok Suami Menggelegar, Istri Pilih Cerai

Nggak Kuat Ngorok Suami Menggelegar, Istri Pilih Cerai
ILUSTRASI

Mendengkur atau ngorok itu sangat mengganggu. Apalagi jika suaranya sangat kencang dan setiap hari. Seperti yang terjadi pada Donwori,27 ini. Ia harus rela ditinggal Karin, 25, istrinya lantaran tak tahan dengan suara gemuruh menggelegar dari mulutnya.  

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Karin, wanita muda ini duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama Kota Surabaya. Belum genap satu tahun menikah, dirinya memilih untuk meninggalkan Donwori, suaminya lantaran tak tahan dengan kebiasaan ngorok suami yang kelewat batas. “Aku wes gak kuat ngempet, gak tau iso turu (Aku sudah tak sanggup lagi menahan, gak pernah bisa tidur,Red), ” ujar perempuan asal Ketabang ini gemas. 

Karin mengatakan, kebiasaan ngorok sang suami ini sudah parah. Tak seperti kebanyakan orang yang hanya mengorok ketika capek. Donwori mengorok tak kenal tempat dan waktu. Dimana ia tidur, disitulah dia mengorok. Bahkan, suara mengorok Donwori sampai terdengar oleh tetangga. “Gak kiro-kiro pokoke, kabeh tonggoku loh yo bolak-balek nakokne, keganggu paling (Gak kira-kira, semua tetangga sampai pada menanyakan. Mereka sebenarnya terganggu,Red),” imbuhnya. 

Yang menjadi masalah, Karin adalah tipikal orang yang tidak bisa tidur dengan sedikit suara saja. Semenjak menikah dia kerap mengantuk di waktu pagi lantaran tak bisa tidur. Dan hal ini kerap mengganggu aktifitas paginya. 

“Pas nginput data nek kantor iku aku sering salah-salah, yo krono kurang turu, (Ketika nginput data  saya sering salah, gara-gara kurang tidur,Red),” imbuh akuntan di salah satu perusahaan Swasta di Surabaya ini.  

Dari kebiasaan Donwori yang semakin hari semakin parah, beberapa kerabat bahkan menyarankan Karin untuk membawa Donwori berobat ke berbagai pengobatan alternatif. Karin juga bahkan sampai pindah dari tempat pijat satu ke tempat yang lain untuk mengobati Donwori. Namun ternyata usahanya sia-sia juga. 

“Sempet aku ngajak turu gak sak kamar wae, tapi areke malah nesu (sempat aku ingin tidur terpisah, dia malah marah, Red),” imbuhnya. 

Yang membuat Karin semakin sebal, sudah diusahakan begitu, Donwori tidak melakukan upaya untuk sembuh. Obat dan anjuran-anjuran dari dokter sering ia abaikan. Bahkan semakin lama, tubuh Donwori semakin gendut yang berdampak pada dengkurannya yang semakin hebat. Hal itulah yang kerap menjadi pemicu gesekan antara dirinya dan Karin. 

“Tak kongkon olahraga gak gelem, mandek ngrokok gak gelem, trus piye marine (saya suruh olahraga gak mau, apalagi berhenti merokok, lalu bagaimana sembuhnya,Red),” urainya.   

Lantaran tak menurut dan dengkuran Donwori yang semakin parah dari hari ke hari, dirinya memilih untuk meninggalkan sang suami. “Sampean jajal turu krungu wong nggorok, lak keganggu nemen, iki bendino (kamu coba tidur dengan orang yang suka mengorok, pasti terganggu, apalagi ini setiap hari,Red),” pungkasnya. (*/rud/sb/is/jek/JPR)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 21 Jul 18


Sabtu, 21-07-2018 : 07:10:14
Didik Nini Thowok Gabungkan Tarian Dayak dan Makassar

Festival Kampung Buntoi 2018 menghadirkan maestro tari nusantara, Didik Nini Thowok. Seniman yang menguasai ratusan gerakan tari dari berbagai belahan dunia ini, kembali hadir pada Festival Kampung ... Read More

Rabu, 18-07-2018 : 05:22:28
Partai Nomor Urut 10, Daftar Bacaleg pukul 10.10 di Pemilu yang ke-10

DPW PPP Kalteng telah mengukir kisah manis di Pilkada Serentak 2018 se-Kalteng. Menohok di posisi 3, PPP berhasil mengantarkan paslon kepala daerah yang diusung menuju ke singgasana kekuasaan. ... Read More

Minggu, 15-07-2018 : 06:45:38
Belajar Sama Tetangga dan Meraih Dua Medali

Siapa sangka Hiu Li Ing yang awalnya tak menyukai cabang olahraga catur, akhirnya sukses menjadi juara. Bahkan awal menggelutinya, ia hanya main-main biasa. Mengisi waktu luang saja. siapa sang ... Read More

Sabtu, 14-07-2018 : 08:10:47
Minim Biaya, Ingin Sembuh dan Menjadi Guru

Siska Perunika terbaring lemah di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Ia divonis menderita penyakit TBC otak. Dalam keterbatasan biaya, Siska bertekad untuk segera sembuh, dan menggapai cita-cita ... Read More