Selasa, Tanggal 17-04-2018, jam 04:08:51
Kisah Perias Jenazah

Cerita Mistis Perias Jenazah, dari Bisikan Hingga Diikuti ke Rumah

Share
Cerita Mistis Perias Jenazah, dari Bisikan Hingga Diikuti ke Rumah
Pembuat Peti Jenazah melakukan proses pengecatan di daerah Tambora,Jakarta Barat, (30/3). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

TIDAK salah jika kesan menyeramkan selalu menghampiri profesi perias jenazah. Sebab, kejadian di luar akal sehat atau mistis sering dialami perias jenazah ketika melakukan tugasnya. Seperti yang diungkapkan Ver, 46, yang sudah melakoni pekerjaan ini selama 30 tahun.

Ditemui JawaPos.com di kediamanya, ia mengaku masih merasakan merinding saat masuk kamar jenazah. Salah satu kejadian mistis yang pernah ia alami ketika mendapatkan panggilan merias pada jam 2 dini hari di sebuah rumah duka.

Saat ia tengah merias, tiba-tiba lampu mendadak mati lalu datang seorang perempuan menghampirinya. Ver mengira perempuan tersebut adalah keluarga dari jenazah yang datang untuk menemaninya. Tanpa ingin diganggu konsentrasinya merias, wanita 46 tahun itu tidak mengajaknya berbicara.  

"Saya tidak bicara sama dia, tapi saat dilihat sekilas, dia mirip sekali dengan jenazah yang sedang saya rias. Saat lampu nyala, saya keluar ruangan, begitu balik lagi orangnya sudah tidak ada," terangnya kepada JawaPos.com saat ditemui di rumahnya di kawasan Jakarta Barat, Jumat (13/4).

Pengalaman mistis lainnya datang ketika ia menerima panggilan rias pada pukul 3 pagi. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan petir, ia berada di kamar jenazah seorang diri tiba-tiba terdengar suara blower bocor dan berbunyi kencang.

Padahal sebelumnya tidak ada masalah dengan mesinnya. Setelah itu, ia merasa ada seseorang yang membisikkan untuk menyudahi riasannya. Namun, ia tetap melanjutkan sampai selesai.

Kejadian yang masih terngiang hingga saat ini adalah ketika ada sosok yang mengikutinya dari belakang. Kala itu ia selesai merias pukul 6 sore untuk seorang jenazah korban kecelakaan, kemudian ia pulang ke rumah untuk istirahat.

Pekerjaan sebagai perias jenazah memang menuntut ibu dua anak ini untuk berani dalam keadaan apa pun. Terlebih ia melakukannya seorang diri tanpa asisten. Bahkan ia tetap melayani permintaan rias jenazah pada waktu dini hari.

Namun bagi Ver, perias jenazah adalah suatu pekerjaan mulia. Dalam sehari ia bisa melayani rias 3 hingga 5 jenazah. Jumlah itu tidak menentu setiap bulan, tergantung dari banyaknya permintaan yang diterimanya.(ce1/fid/JPC)

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Sep 18


Kamis, 20-09-2018 : 06:27:59
Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani juga tak mau dipaksa belajar. Ia sadar pentingnya belajar. Bahkan di usianya yang masih beli ... Read More

Senin, 17-09-2018 : 09:50:53
Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa membantu masyarakat. Menjadi badut misalnya. Menghibur diri sambil mengais rezeki.

... Read More

Minggu, 16-09-2018 : 10:21:18
Ingin Membesarkan MTQ dan Membangun Pondok

Menjadi guru mengaji, kemampuan almarhum HM Sadri Arsyad tak perlu diragukan lagi. Imam masjid berusia 76 tahun itu pernah juara membaca alquran. Bahkan, mengajar mengaji dilakukannya sejak 1979 hi ... Read More

Sabtu, 15-09-2018 : 10:52:17
Melihat Upaya BPBD Hadapi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus meluas di Kabupaten Kapuas. Pemadaman yang dilekukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini tak lagi mampu dilakukan melalui jalur dara ... Read More