Minggu, Tanggal 29-04-2018, jam 08:16:52
Catatan Harian Internasional

Lambatnya Kereta Cepat

Share
Lambatnya Kereta Cepat
Dahlan Iskan menikmati perjalanan dengan kereta api yang berhenti menjelang tiba di pegunungan Rocky Mountain

Amerika sudah lebih dulu bangun kereta cepat. Rencananya. Misalnya jurusan Las Vegas – Los Angeles ini. Rencana itu sudah matang sejak tahun 2005. Sejauh sekitar 300 km. Ingin segera mempercepat yang selama ini lambat: empat jam naik mobil. Atau 6 jam naik bus Greyhound. Seperti yang pernah saya lakukan.

Sampai hari ini rencana itu belum juga dimulai. Sudah 17 tahun. Padahal sudah begitu banyak energi dikeluarkan. Di pemerintah pusat maupun daerah. Pemilik proyeknya pun sebenarnya sudah disetujui: Marnell Carrao Associates. Perusahaan swasta terbesar bidang kontraktor dan arsitektur. Tidak ada BUMN di Amerika. Pengalaman Marnell tak terpermanai: membangun berbagai hotel dengan total kamar 70.000. Bahkan saat itu juga sedang membangun hotel casino seluas 32 ha.

Marnell sudah siap dengan modal setor Rp 20 triliun. Tepatnya 1,4 miliar dolar. Biaya proyeknya sendiri sekitar Rp 100 triliun. Sisanya sudah sangat optimistis. Didapat dari lampu hijau: pinjaman pemerintah pusat. Dari program rehabilitasi dan pengembangan kereta api. Siplah sudah. Proyek bisa dimulai tahun 2012. Tapi urusan-urusan tanah, amdal dan lampu hijau ternyata tidak mudah. Belum selesai. Maka diundur. Tidak kepalang tanggung: diundur dua tahun. Tapi mulai ada kepastian: proyek akan selesai tahun 2016.

Saat itu saya sudah mimpi naik kereta cepat di Amerika. Tidak mau lagi naik kereta ini: lambat sekali. Dari Denver di Colorado ke Salt Lake City selama 14 jam. Padahal dengan pesawat hanya satu jam. Hujan salju lagi berat saat itu. Penerbangan dari dan.ke Denver dibatalkan. Selama dua hari. Terpaksa naik kereta siput itu. Untunglah memandangannya luar biasa. Terutama saat kereta melintasi gugusan Rocky Mountain. Yang meliuk-liuk. Yang bersalju. Sangat wild.

Dua hari di Utah saya sambung lagi naik kereta ke Sacramento di California. Hampir 24 jam. Melewati gurun Nevada. Kalau Las Vegas berada di Nevada selatan, jalur ini di gurun Nevada utara. Maka berita bagus kalau akan ada kereta cepat. Ternyata diundur lagi. Dua tahun lagi. Dinyatakan baru bisa dimulai tahun 2014. Berarti kepastian selesai di tahun 2016 sangat mustahal. Mengapa?

Maret 2013 dua tokoh DPR kirim surat. Nama mereka menakutkan: Paul Ryan dan Jeff Session. Ryan kelak jadi ketua DPR. Isi surat: lampu hijau itu harus dimerahkan. Pemerintah pusat tidak menyetujui pinjaman itu. Terlalu besar. Sudah terlanjur pernah ada lampu hijau lain. Diberikan ke proyek kereta cepat jurusan San Fransisco – Los Angeles. Yang lebih dulu mengajukan. Kalau permintaan Las Vegas dipenuhi maka daerah lain tidak kebagian. Dana rehabilitasi itu akan tercurah semua ke pantai barat. Dapil Paul Ryan dari Wiscounsin. Belahan Midwest.

Las Vegas tidak menyerah. Masih ada akal. Terobosan pun dicari. Proyek ini sudah tertunda 10 tahun. Tiongkok tiba-tiba sudah menyalib di tikungan. Dalam sekejap. Punya 25.000 km kereta cepat. Sedang proyek Las Vegas ini hanya 300 km. Bahkan yang di Tiongkok sudah berupa kereta peluru.

 

Maka Tiongkok pun dagang lampu hijau. Siap membangunnya. Termasuk memberikan pinjaman. Beres.

Beres? Belum. Tiongkok memerlukan jaminan. Dari pemerintah. Terobosan pun ditemukan. Pemda Nevada membentuk badan khusus. Meniru California. Namanya pun mirip: Nevada High Speed Rail Road Authority. Hanya kata California diganti Nevada. Dari 41 anggota DPRD 40 setuju.

Langkah berikutnya dibentuklah joint venture: antara China Railway International USA dengan otoritas itu. Beres. Sepertinya sudah gak ada masalah lagi. Proyek pun sudah bisa dimulai. Rencananya: September 2016. Enam bulan sebelum itu jatuhlah bom: proyek itu tidak boleh dilanjutkan. Pemerintah federal melarangnya. Alasannya: bertentangan dengan kebijakan ‘belilah Amerika’.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Oct 18


Kamis, 27-09-2018 : 07:14:29
Caci Maki di Forum Tertinggi

Turki akhirnya menyerah. Menyerah? Begitulah klaim Amerika. Pastor yang ditahan Turki akan segera dibebaskan. Mungkin bulan depan. Begitulah klaim Menlu Amerika  kemarin. ”Mestinya hari ... Read More

Rabu, 26-09-2018 : 07:29:22
Buku Jho Low dari Houston

Saya cemburu. Pada buku ini. Begitu bagusnya. Belum lagi membaca setengahnya tidak tahan untuk tidak menulis komentar tentangnya.

Target saya: begitu mendarat di Jakarta selesailah halama ... Read More

Selasa, 25-09-2018 : 08:31:57
Posisi Arogansi Bisa Dari Golongan Profesi

Inilah pelajaran dari Asia Sentinel. Untuk profesi wartawan. Atau profesi apa pun. Asia Sentinel tidak malu. Untuk minta maaf. Pada ‘korban’ tulisannya. Kali ini pada Presiden SBY. Juga ... Read More

Senin, 24-09-2018 : 09:04:40
Tragedi Prof Khaw dan Gas Bola Yoganya

Banyak sudah suami yang membunuh istri. Tapi yang dilakukan profesor ahli anestesi ini lain sekali.

Begitu ahlinya profesor ini. Hampir saja tidak terungkap sama sekali. Selama dua tahun ... Read More