Senin, Tanggal 14-05-2018, jam 08:45:49

Begini Cara Satu Keluarga Pengebom Tiga Gereja di Surabaya Beraksi

Begini Cara Satu Keluarga Pengebom Tiga Gereja di Surabaya Beraksi


PELAKU pengeboman tiga gereja di Surabaya diduga kuat satu keluarga beserta empat anaknya. Mereka diduga satu keluarga yang tergabung dalam Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Hal itu diungkap oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian di Polda Jatim, Minggu (13/5) sore. Dalam konferensi pers, kapolri merinci siapa dan bagaimana proses peledakan bom dilakukan. "Pelaku diduga satu keluarga," ujar Tito di RS Bhayangkara.

Lebih lanjut dia menjelaskan, yang melakukan serangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuna dengan mobil Avanza bernama Dita Apriyanto. Dia disebut-sebut sebagai kepala keluarga. Dia beraksi pada pukul 07.53 WIB setelah sebelumnya menurunkan istri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro.

"Sebelumnya, dia men-drop istri dan dua anak perempuannya," terangnya. Istri Dita adalah Puji Kuswati, perempuan kelahiran Banyuwangi. Sedangkan dua anaknya diketahui bernama Fadilah Sari, 12, dan Pamela Rizkita, 9. Bom di GKI Diponegoro menjadi aksi kedua yang meledak pada pukul 07.15 WIB.

Hal itu sesuai dengan keterangan saksi yang diberitakan JawaPos.com sebelumnya. Dikatakan saat itu ada seorang perempuan bersama dua anak perempuan meledakkan diri di dekat tempat parkir. Dua anak langsung tewas, namun ada satu bom yang masih menempel di paha salah satu anak tidak meledak.

Saat itu, polisi dengan tim Jihandak langsung melakukan tindakan. Bom yang masih menempel di paha salah satu anak Puji Puswati itu lantas diledakkan. Sedangkan untuk Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Tito menyebut dilakukan oleh dua anak laki-laki Dita dan Puji.

"Dua orang laki-laki ini diduga adalah putra Dita. Yang satu namanya Fadil, 18, dan Firman Halim, 16," jelas Kapolri Tito Karnavian. Bom di Gereja Jalan Ngagel Madya itu meledak pada pukul 06.30 WIB dan menjadi aksi pertama.

Tito menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pendalaman. Termasuk, memastikan jenis bahan peledak. "Mereka (pelaku) menggunakan modus atau cara pengeboman yang berbeda. Jenis bahan peledaknya masih kami teliti bersama tim forensik," kata Tito. (ce1/HDR/JPC)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 15 Aug 18


Sabtu, 11-08-2018 : 10:14:50
Tenang, Transfer Daerah Dihentikan, Tunjangan Guru Tetap Aman

PEMERINTAH pusat menghentikan transfer tunjangan guru di beberapa daerah. Jenis tunjangan yang dihentikan penyalurannya yakni Tunjangan Profesi Guru (TPG), Dana Penghasilan Tambaha ... Read More

Selasa, 07-08-2018 : 10:43:53
SIMAK NICH ! Berita Terbaru Seleksi CPNS 2018

Pemerintah belum juga mengumumkan tahapan seleksi CPNS 2018. Penetapan formasi yang semula direnca ... Read More

Senin, 06-08-2018 : 02:15:17
Kisah Hasmi, 15 Tahun Diculik Paranormal, Hidup Disela-sela Batu

HASMI (25) korban penculikan selama 15 tahun ditemukan dalam kondisi memprihatinkan pada Minggu (5/8/2018). Hasmi ditemukan di balik batu besar menyerupai gua dalam kondisi tanpa b ... Read More

Senin, 06-08-2018 : 10:05:24
Pelajar SMP Tewas Dipatuk Kobra di Dapur

SEORANG pelajar SMP Negeri 3 Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tewas setelah dipatuk ular kobra.

Puspa Tami (13), pelajar kelas V ... Read More