Kamis, Tanggal 17-05-2018, jam 09:43:08

Menyoroti Penolakan Pemutaran Film 212, Ini Menurut HMI Palangka Raya

Menyoroti Penolakan Pemutaran Film 212, Ini Menurut HMI Palangka Raya
DONNAL SETIAWAN

PALANGKA RAYA - Adanya sikap penolakan pemutaran film 212 The Power Of Love pada 14 Mei 2018 dan 16 Mei 2018 oleh segelintir orang yang mengatasnamakan Dayak mendapat perhatian dari Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Palangka Raya, Donnal Setiawan. Dia sangat menyayangkan aksi penolakan tersebut tanpa melakukan komunikasi dan konfirmasi yang baik lebih dahulu dengan beberapa pihak.

Donnal mengatakan, penolakan-penolakan seperti inilah yang malah akan menimbulkan sentimen antar golongan dan keyakinan, serta memunculkan persepsi yang bermacam-macam terhadap kerukunan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, Masyarakat maupun pemuda Dayak sendiri sudah mempunyai lembaga yang sah dan legal secara Hukum yaitu Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, yang sudah diakui pemerintah dan masyarakat sebagai wadahnya berhimpun dan memusyawarahkan suatu Hal.

Dan apabila apa yang menjadi pertanyaan dan kehawatiran tersebut kurang mendapat respon dari DAD ujar Donnal, seharusnya jangan langsung melakukan tindakan penolakan, melainkan harus duduk baik-baik untuk membicarakan hal tersebut. "Saya sendiri selaku Pemuda Asli Dayak utus Sei Mentaya Hulu merasa keberatan dan menyayangkan aksi-aksi penolakan yang mengatasnamakan Dayak tanpa dilakukan komunikasi terlebih dulu dengan tokoh-tokoh dan pemuda Dayak lainnya, ini hanya akan menimbulkan kesan bahwa Dayak adalah suku yang sensitif, arogan, tidak terbuka, serta tidak menjunjung tinggi  Musyawarah dalam menyikapi sesuatu,"tegas Donnal, Rabu (15/5).

Sebagai Pemuda Dayak kata Donnal, harus cerdas dan berpikir luas sebelum menyatakan suatu sikap. Kalau ingin tahu ujar Donnal, ya bertanya dengan orang yang tahu, bukannya langsung menyimpulkan yang tidak baik, melaporkan dan bahkan hendak memboikot. “Saya sendiri bukanlah panitia dari nonton bareng film 212 tersebut. Tapi saya hanya miris melihat keadaan di Kalteng saat ini, dan menyayangkan hal seperti ini terjadi tanpa melakukan kajian dan menggali informasi terkait film tersebut jangan hanya membaca dari judul dan sinopsis,” ujar Donnal.

Dirinya kata Donnal, berani menjamin bahwa film tersebut tidak mengandung sara. Justru malah lebih mengangkat tentang kerukunan umat dan pancasila di indonesia. “Sebelum melakukan penolakan seharusnya ditonton dulu, baru dapat menyimpulkan apakah film tersebut baik atau tidak. Kan gitu,”ucap Mantan Ketua Hima Kotim tersebut

Intinya kata Donnal, dirinya berani menyampaikan bahwa tidak semua warga Dayak menolak film tersebut ditayangkan. “Hanya sebagian orang saja,” tegasnya

Donnal berharap, agar kedepan tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu. Menurutnya, lebih baik duduk bersama, langsung komunikasi. “Kalteng adalah daerah yang damai, aman dan tentran, kedamaian dan ketentraman itu dari kita, oleh kita dan untuk kita bersama. Dan akan hancur juga oleh tangan kita apabila tidak bersama-sama menjaganya,”ucap Donnal. (dar)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 23 May 18


Selasa, 22-05-2018 : 07:09:35
Ibadah Puasa Meningkatkan Kinerja

NANGA BULIK - Suasana Bulan Suci Ramadhan juga dirasakan di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau. Hari keenam, Selasa (22/5) Kejari Lamandau menggelar Buka Bersama (Bukber) dengan Insan Pe ... Read More

Selasa, 22-05-2018 : 03:43:48
Terkait OTT Dinkes, Polres Bartim Dipraperadilkan

TAMIANG LAYANG – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) dinas kesehatan terkait dugaan pelanggaran administrasi bantuan DAK pusat berbuntut panjang. Oknum bendahara dan PPTK berinisial EV serta Y ... Read More

Selasa, 22-05-2018 : 02:48:35
Ketika Dharma Wanita Disdik Sediakan 500 Paket Sembako

Harga Lebih Murah, Masyarakat Merasa Terbantu

Berbagai cara dapat dilakukan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Seperti halnya yang dilakukan ol ... Read More

Selasa, 22-05-2018 : 02:29:55
1.423 Peserta Ikuti Pesantren Ramadan

KUALA KAPUAS-Pesantren Ramadhan 1439 Hijriah yang dilaksanakan oleh Angkatan Muda Masjid Agung Al Mukarram (AMMAL) dibuka langsung oleh Pelaksana harian (Plh) Bupati Kapuas Rianova ... Read More