Selasa, Tanggal 05-06-2018, jam 11:44:21

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa Saat Bertugas

Share
Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa Saat Bertugas
Massa saat berusaha memadamkan sepeda motor yang terbakar di areal SPBU Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Selasa (5/6). Dalam peristiwa itu, wartawan Radar Papua, Nofryanto Terok, tiba-tiba dihajar massa tanpa alasan yang jelas. (FOTO: RADAR PAPUA)

MANOKWARI–Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus. Hal tersebut dibuktikan dengan kembali terjadinya kriminalisasi terhadap kerja jurnalis.

Wartawan Radar Papua (Group Kalteng Pos), Nofryanto Terok, dihakimi oknum sekelompok massa, saat meliput insiden terbakarnya sepeda motor, di areal SPBU Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Selasa (5/6) sekira pukul 14.16 WIT.

Nofry panggilan akrab korban, menceritakan peristiwa penganiayaan berawal saat dirinya sedang mengambil gambar, sepeda motor terbakar usai keluar dari SPBU, kemudian sedang diseret menjauh keluar dari area SPBU. "Saat itu Saya dari arah lampu merah Bank Mandiri, Saya liat di arah SPBU Sanggeng, ada kepulan asap yang cukup tebal naik ke atas, dan orang-orang maupun kendaraan mulai terlihat berbalik arah. Sebagai seorang jurnalis, saya tergerak untuk melihat apa yang terjadi di TKP. Dan setelah dekat, motor yang saya gunakan, saya titipkan di dekat Toko Royal Bangunan,” ujarnya.

Saat tiba di SPBU Sanggeng, lanjut Nofry, dirinya menjumpai sejumlah warga sedang menyeret sebuah sepeda motor, keluar dari areal SPBU hingga berada di jalan raya. “Saat berada di jalan, saya ambil gambar, namun tiba-tiba dari belakang ada yang pukul. Saya mundur, namun orang-orang mulai kejar dan memukul Saya, hingga tak terhitung berapa orang yang memukul Saya," paparnya.

Dengan kondisi terdesak, beruntung Nofry berhasil meloloskan diri. Dengan mencegat sepeda motor yang lewat, menuju Pos Polisi yang tak jauh dari TKP.

"Tiba di Pos Polisi, saya disarankan untuk ke Polsek Kota. Disana saya buat laporan Polisi," katanya.

Akibat pemukulan yang dilakukan oleh oknum sekelompok massa, bagian wajah korban bengkak dan sempat mengeluarkan darah. Korban juga mengaku mulutnya sempat mengeluarkan darah.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi saat dikonfirmasi Koran ini mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap laporan polisi yang sudah dibuat korban. "Pengeroyokan wartawan itu masih saya cek dulu, karena pelaporannya kan di Polsek, jadi saya cek dulu penyidiknya," singkat Kapolres.

Di samping itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP Indro Rizkiadi membenarkan, telah terjadi pemukulan pada saat terjadinya kebakaran sepeda motor di SPBU Sanggeng Manokwari. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

"Sementara dalam proses penyelidikan. setelah dilaporkan oleh pihak SPKT, nanti akan didiskusikan dengan bapak Kapolres," ujarnya saat dimintai keterangan via telepon seluler.

Di sisi lain, tindakan kriminalisasi kerja wartawan tersebut, sontak menuai respon dari sejumlah kalangan. Pertama dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Papua Barat. Pihak IJTI Papua Barat mengecam keras, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok warga tersebut.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 19 Oct 18


Selasa, 25-09-2018 : 10:16:19
Pangdam Deklarasikan Kampanye Damai

PONTIANAK-Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menghadiri deklarasi kampanye damai Pemilu 2019  yang dimotori KPU Kalimantan Barat (Ka ... Read More

Senin, 24-09-2018 : 11:57:03
Mendadak Mundur Jadi Utusan Khusus Jokowi, Ada Apa?

Din Syamsuddin resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengumumkan pengunduran dirinya dalam ulang tahun K ... Read More

Senin, 24-09-2018 : 10:45:51
Kodam Gelar Lomba Dayung, Bertajuk TNI Dragon Boat Race 2018

PONTIANAK-Olahraga menjadi media tanpa batas, baik suku, agama, ras, maupun golongan untuk saling menjalin keharmonisan. Demikian dikatakan Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad ... Read More

Jum`at, 21-09-2018 : 09:19:42
Kodam XII/Tanjungpura Tangkal Radikalisme

PONTIANAK-Lomba melukis dan MTQ dilaksanakan guna menjalin komunikasi sosial (komsos) yang sehat dan harmonis. Sehingga melalui perlombaan yang dilaksanakan dapat meningkatkan tali silaturahmi anta ... Read More