Minggu, Tanggal 10-06-2018, jam 01:54:54

Menjadi Aneh di Hussainiah

Share
Menjadi Aneh di Hussainiah
DAHLAN ISKAN

Kami masih nyamil saat sang imam maju ke tempatnya. Ada 20-an orang di dalam masjid Syiah di San Antonio, Texas ini. Imam duduk bersimpuh di atas sajadah. Memandang benda bulat pipih di depannya. Lalu menggeser turbah itu agar persis di posisi dahinya saat sujud nanti. Salah satu anak muda berdiri.

Mengumandangkan adzan. Oh…azannya khas. Setelah dua kalimah syahadat itu: ada kumandangan apresiasi untuk Sayidina Ali. Lalu dilanjutkan dengan seruan untuk salat. Dan seterusnya.

Lalu mulailah Salat Magrib. Tangan tidak ada yang sedakep. Tidak aneh. Saya temukan juga yang seperti itu di masjid-masjid Tiongkok. Di Aljazair. Sebagian di Makkah.

Tapi tetap saja saya terlanjur. Seperti otomatis: sedakep. Sendirian. Saat rukuk bacaan rukuknya hanya sekali. Bukan tiga kali. Ditambah Selawat Nabi.

Demikian juga saat sujud. Posisi duduknya selalu sama: bersimpuh. Dua telapak kaki ditindih pantat. Di rakaat pertama saya sudah kecolongan: teriak ‘amiiin’ sendirian. Saat imam selesai membaca Al-Fatihah.

Terulang pengalaman pertama dulu: saat salat berjemaah di Beijing. Rakaat-rakaat berikutnya saya tidak lagi teriak ‘amiiin’.

Eh, kecolongan lagi. Masih di rakaat pertama: setelah bacaan surah saya langsung menundukkan badan, rukuk. Ternyata mereka tidak langsung rukuk. Baca doa dulu. Mirip kunut itu.

Sekaligus menunjukkan bahwa tata cara peribadatan itu memang rumit. Di semua agama.

Kecuali di Buddha aliran Tzu Chi. Yang berpusat di Hualian, Taiwan. Yang melarang ummatnya sembahyang. Yang memiliki stasiun TV ‘Daai’ (baca: Ta Ai). Yang juga melarang umatnya memiliki rumah ibadah.

Sembahyangnya adalah berbuat baik, membantu orang dan rendah hati. Saya pernah ikut ke pusatnya di Hualian. Bermalam di sana. Ikut angkat-angkat bahan makanan. Yang akan dikirim untuk orang miskin.

Di Hualian saya juga sempat makan bersama pimpinan tertingginya: Shang Ren. Seorang wanita. Selalu berpakaian biksu. Kepala digundul.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 19 Oct 18


Kamis, 27-09-2018 : 07:14:29
Caci Maki di Forum Tertinggi

Turki akhirnya menyerah. Menyerah? Begitulah klaim Amerika. Pastor yang ditahan Turki akan segera dibebaskan. Mungkin bulan depan. Begitulah klaim Menlu Amerika  kemarin. ”Mestinya hari ... Read More

Rabu, 26-09-2018 : 07:29:22
Buku Jho Low dari Houston

Saya cemburu. Pada buku ini. Begitu bagusnya. Belum lagi membaca setengahnya tidak tahan untuk tidak menulis komentar tentangnya.

Target saya: begitu mendarat di Jakarta selesailah halama ... Read More

Selasa, 25-09-2018 : 08:31:57
Posisi Arogansi Bisa Dari Golongan Profesi

Inilah pelajaran dari Asia Sentinel. Untuk profesi wartawan. Atau profesi apa pun. Asia Sentinel tidak malu. Untuk minta maaf. Pada ‘korban’ tulisannya. Kali ini pada Presiden SBY. Juga ... Read More

Senin, 24-09-2018 : 09:04:40
Tragedi Prof Khaw dan Gas Bola Yoganya

Banyak sudah suami yang membunuh istri. Tapi yang dilakukan profesor ahli anestesi ini lain sekali.

Begitu ahlinya profesor ini. Hampir saja tidak terungkap sama sekali. Selama dua tahun ... Read More