Rabu, Tanggal 13-06-2018, jam 10:06:57

Trumpkim Summit

Share
Trumpkim Summit
Oleh: Dahlan Iskan

HANYA ada dua menu Korea di makan siang Donald Trump dan Kim Jong-un kemarin: oiseon untuk pembuka dan daegu yorun untuk hidangan utama. Selebihnya masakan Amerika: salad udang-apokat dan green mango gaya Malaysia (pembuka), daging iga pendek dimasak coufit, daging babi renyah dimasak asam, dan sayur.

Sedangkan hidangan penutup semuanya Barat: coklat hitam ganache, es krim Haagen-Dazs rasa vanilla dikasih cerry dan kue tart model tropizienne.

Ups….. ada satu sisipan masakan China: nasi goreng Yangzhou.

Makan siang itu dibayar oleh pemerintah Singapura. Juga kamar-kamar hotelnya. Termasuk total pengeluaran selama pertemuan presiden Amerika Serikat dan pemimpin tertinggi Korea Utara itu: sekitar Rp 300 miliar.

Singapura dapat publikasi paling top untuk ukuran dunia. Inilah pertemuan puncak yang dramatis. Yang sampai tahun lalu pun tidak terbayangkan akan bisa terjadi. Bahkan sudah dipastikan bulan lalu pun masih terancam batal. Yakni saat Amerika tetap latihan perang-perangan di Korsel. Yang bikin Kim Jong-un sempat ngambek.

Kini semuanya lega. Kim boleh dikata menyerah total: mau balik kucing. Mau summit. Mau membatalkan semua program nuklirnya. Mau membongkarnya. Mau mengakhirinya. Termasuk program balistik jarak jauhnya.

Tidak ada tuntutan apa pun ke arah Amerika. Sama sekali. Misalnya minta pengurangan jumlah tentara Amerika yang ditempatkan di Korsel.

Sebagai anak muda Kim sangat realistis: dunia sudah berubah. Rajanya komunis Soviet sudah wassalam. Ratu komunis Tiongkok sudah lebih kapitalis dari kapitalis setengah hati. Vietnam sudah punya 18 special economic zone. Dan segera ditambah tiga lagi. Semua untuk menampung investasi dari Tiongkok yang dibencinya. Kuba sudah membuka kedubes di Amerika. Laos sudah menjadi kucing yang tidak bisa menangkap tikus.

Maka Korut tinggal menunggu momentum. Kini momentum itu tiba. Semua pertanda-pertanda mengarah ke sana: presiden Amerika-nya tukang gertak, ekonomi Korutnya kian tak tertahankan, Tiongkok-nya kian jual mahal, Korsel-nya dipimpin orang yang gengsinya tidak tinggi.

Setelah pertemuan puncak di Cappella Hotel Singapura kemarin itu apalagi yang ditunggu?

Tentu: pembangunan ekonomi. Dan peningkatan kesejahteraan rakyatnya.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Oct 18


Kamis, 27-09-2018 : 07:14:29
Caci Maki di Forum Tertinggi

Turki akhirnya menyerah. Menyerah? Begitulah klaim Amerika. Pastor yang ditahan Turki akan segera dibebaskan. Mungkin bulan depan. Begitulah klaim Menlu Amerika  kemarin. ”Mestinya hari ... Read More

Rabu, 26-09-2018 : 07:29:22
Buku Jho Low dari Houston

Saya cemburu. Pada buku ini. Begitu bagusnya. Belum lagi membaca setengahnya tidak tahan untuk tidak menulis komentar tentangnya.

Target saya: begitu mendarat di Jakarta selesailah halama ... Read More

Selasa, 25-09-2018 : 08:31:57
Posisi Arogansi Bisa Dari Golongan Profesi

Inilah pelajaran dari Asia Sentinel. Untuk profesi wartawan. Atau profesi apa pun. Asia Sentinel tidak malu. Untuk minta maaf. Pada ‘korban’ tulisannya. Kali ini pada Presiden SBY. Juga ... Read More

Senin, 24-09-2018 : 09:04:40
Tragedi Prof Khaw dan Gas Bola Yoganya

Banyak sudah suami yang membunuh istri. Tapi yang dilakukan profesor ahli anestesi ini lain sekali.

Begitu ahlinya profesor ini. Hampir saja tidak terungkap sama sekali. Selama dua tahun ... Read More