Sabtu, Tanggal 07-07-2018, jam 12:24:45

Ini Hasil Penyelidikan Polisi Terhadap Bom Pasuruan

Ini Hasil Penyelidikan Polisi Terhadap Bom Pasuruan
Polisi mengamankan sekitar lokasi kejadian ledakan bom di Bangil, Pasuruan beberapa waktu lalu. (foto: net)

POLDA Jawa Timur terus melakukan penyelidikan terhadap kasus bom di Pasuruan. Hasil penyelidikan sementara menyebutkan, bom yang meledak adalah jenis bondet yang dirakit menjadi bom panci dengan daya ledak low explosive.

Menurut Irjen Machfud Arifin Kapolda Jatim, pelaku Abdullah alias Alwardi alias Ahmad Muslim juga seorang mantan napiter yang berafiliasi dengan JAD Depok dan Medan.

Rekam jejak lain, terduga teroris Abdullah (55) yang kini masih buron pernah melakukan kejahatan perampokan di wilayah Medan, serta terlibat pengeboman di Jakarta.,

"Meski memiliki 3 identitas yang berbeda, polisi sudah mengantongi identitas pelaku, dan saat ini masih dalam pengejaran," kata Irjen  Machfud.

Sementara itu hasil penyelidikan bom yang meledak dengan membawa korban anak terduga pelaku, ternyata bom tersebut jenis bondet atau bom yang sering digunakan untuk mencari ikan.

Hanya saja dirakit menjadi bom panci. Untuk daya ledak bom tersebut, menurut Kapolda Jatim kekuatannya low explosive, atau daya ledak rendah.

Dugaan bom Bangil, Pasuruan, memiliki daya ledak rendah (low eksplosive) sudah terbukti. Indikasinya, beberapa piring di lantai yang tak jauh dari lokasi kejadian masih utuh.

“Ada piring dan makanan lainnya itu nggak tumpah. Biasanya kan kalau kena bom sampai melayang ke mana-mana,” kata Machfud.

Meski saat ini kasus bom Pasuruan tengah ditangani kepolisian, Kapolda Jatim tetap mengimbau kepada masyarakat agar tenang. "Warga jangan mudah terpancing dengan pemberitaan di medsos yang bisa memperkeruh suasana" tambahnya.

Sumber Jawa Pos menyebutkan, piring dan makanan yang dimaksud Machfud itu adalah menu makan siang keluarga terduga teroris itu. Di atas piring-piring itu, tersaji nasi, tahu, dan sambal.

Letaknya tak jauh dari lokasi ledakan. Sekitar satu setengah meter. ”Nasi, sambel, semuanya utuh. Nggak ada yang terbalik,” ujarnya.

Namun, hidangan itu sudah tak bisa dimakan. Sebab ada serpihan debu dari plafon yang jebol dan juga pecahan kaca disekitarnya.

Sumber yang mewanti-wanti namanya agar tak disebutkan itu juga memperkirakan dengan detil detik-detik ledakan yang terjadi pada pukul 12.30 itu. Dugaan yang paling kuat mengarah pada anak terduga teroris yang tak sengaja bermain rangkaian bom itu.

Sejumlah paku dan gotri yang bercecer di lokasi kejadian menunjukkan adanya proses perakitan. Namun, belum sempurna. Pelaku menggunakan panci berukuran kecil sebagai wadah bom. Diameternya sekitar 20 cm. ”Rangkaiannya belum sempurna tapi sudah bisa meledak,” katanya. (pul/jpnn/mir/ang/JPC)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 21 Jul 18


Kamis, 19-07-2018 : 08:27:22
Ingat! Caleg Bekas Napi Wajib Umumkan Diri di Media Massa

TANGGAPAN publik terhadap calon anggota legislatif (caleg) partai politik (parpol) akan dibuka setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penetapan daftar caleg sementara (DCS). ... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 07:34:58
Zaman Now, Wali Kota Jakarta Timur Dicopot Lewat WA

PEMPROV DKI Jakarta secara resmi mempensiunkan Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana. Menariknya, informasi pemberhentian Bambanga dilakukan lewat pesan singkat WhatsApp. Read More

Selasa, 17-07-2018 : 03:53:12
Massa PDIP Dan Perindo Bentrok di Depan KPU

KERIBUTAN antara massa pendukung PDI Perjuangan dan Partai Perindo menghiasi hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif di KPU RI, Menteng, Jakarta, Selasa (17/7).

... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 01:45:58
Temukan Layanan Publik Buruk? Laporkan Kesini...

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengajak seluruh masyarakat untuk mengadukan pelayanan publik yang kurang baik ... Read More