Minggu, Tanggal 08-07-2018, jam 09:48:23

Gerakan Pungut Sampah, Kumpulkan 1,1 Ton Sampah

Gerakan Pungut Sampah, Kumpulkan 1,1 Ton Sampah
Peserta coastal cleanup berhasil kumpulkan 1,1 ton sampah. 70 persen di antaranya berupa sampah plastik. M KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS

PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (Kit TJB) menggelar coastal clean up di sepanjang pantai Pulau Panjang Jepara kemarin. Ratusan peserta berbaris sesuai kelompok yang terbagi menjadi lima zona. Dalam kegiatan bersih pantai tersebut, General Manager PT. PLN Kit TJB Komang Parmita dan Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi ikut serta memungut sampah plastik. Juga tamu undangan lainnya.

Setelah dua jam membersihakan area Pulau Panjang, ratusan peserta berhasil kumpulkan 1,1 ton sampah. Puluhan karung sampah diangkut petugas menggunakan perahu ke daratan. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir Bandengan untuk dipilah.

Hasilnya, 70 persen sampah yang terkumpul berupa sampah plastik. Sampah beling sekitar lima persen. Sedangkan sisanya berupa styrofoam dan sampah tak layak jual.

Humas PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (Kit TJB) Grahita Muhammad mengaatakan bahwa kegiatan bersih pantai tahun ini lebih melibatkan seluruh kalangan masyarakat. Dengan harapan perwakilan peserta bisa menjadi agen cinta lingkungan di masing-masing komunitas. Terutama dalam menciptakan ekosistem Pulau Panjang yang lebih baik. Sedangkan dua tahun lalu hanya diikuti oleh jajaran PT PLN (Persero) Kit TJB.

Selain mengumpulkan sampah, dalam kegiatan tersebut juga dipasang 50 papan pengumuman. Serta penempatan 20 paket tong sampah organik dan anorganik yang tersebar di kawasan Pulau Panjang. Salah satu komunitas gerakan pungut sampah (GPS) Jepara juga mendemonstrasikan cara pembuatan ekobricks.

Sejak dicanangkan pada 2015 berbagai kegiatan konservasi telah dilakukan. Di antaranya, penanaman seribu pohon cemara laut, penenggelaman artificial patch reef (APR) transplantasi seribu terumbu karang, transplantasi seribu lamun, dan pelatihan restocking rajungan untuk kelompok nelayan. Selain itu juga diadakan pembuatan 20 tempat pemijahan rajungan, serta sertifikasi selam untuk masyarakat sekitar Pulau Panjang.

“Hingga saat ini terdapat 28 jenis vegetasi tanaman jenis pohon di Pulau Panjang. Sedangkan karang terdapat 26 jenis, dan delapan jenis lamun. Juga ada lebih dari 40 jenis ikan,” jelasnya.

Ketika sedang membersihkan area pantai, rombongan bertemu dengan salah satu kelompok anak muda yang selesai berkemah di Pulau Panjang. Tidak jauhdari tempat mendirikan tenda, terlihat kobaran api. Melihat hal itu kelompok pemuda tersebut ditegur untuk tidak membakar sampah di Pulau Panjang. Lalu tumpukan sampah yang dibakar tersebut ditimbun dengan dengan pasir oleh kelompok pemuda.

Sementara itu, di salah satu zona pembersihan pantai, tumpukan sampah styrofoam diangkat menggunakan alat berupa jaring. Tanpa takut kotor, General Manager PT. PLN Kit TJB Komang Parmita ikut mengambil sampah yang mengapung tersebut menggunakan jaring. Dibantu tiga relawan, Komang memasukkan sampah yang berhasil diambil ke dalam karung. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusuri zona bersih pantai bersam rombongan lainnya hingga kembali lagi ke tenda utama.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, komunitas otomotif, pecinta alam, nelayan, dan rescuer. Didampingi petugas dari Dinas  Lingkungan Hidup Jepara, peserta dibagi menjadi lima tempat. Masing-masing zona memiliki jenis sampah yang beragam. Seperti sampah plastik, styrofoam, bambu, sandal, dan jenis sampah lainnya. Selama dua jam peserta kembali ke panggung utama sambil membawa sampah yang berhasil dikumpulkan.

General Manager PT. PLN Kit TJB Komang Parmita mengungkapkan, Pulau Panjang menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Jepara. Maka yang harus dijaga adalah kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan serupa pernah dilakukan pihaknya pada akhir 2016 lalu. “Dengan menjaga kebersihan, minat wisatawan domestik dan mancanegara semakin baik. Jika kunjungan meningkat maka akan berdampak pada perekonomian warga. Bersama dengan pemerintah kabupaten kami kawal konservasi di Pulau Panjang ,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyambut gembira kerjasama konservasi di Pulau Panjang tersebut. Pihaknya mengapresiasi kemajuan konservasi yang sudah dilakukan sejak 2015 lalu. Pohon cemara laut sudah tumbuh setinggi sepuluh meter. Hal ini menjadi keunggulan di lokasi tersebut.  “Kegiatan semacam ini tidak hanya sekali saja. Rasa kepedulian terhadap kebersihan perlu disampaikan kepada pengunjung. Ketika pantai bersih, pengunjung senang,” paparnya. (ks/war/zen/top/JPR)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Jul 18


Kamis, 19-07-2018 : 04:32:46
Perkuat Empat Pilar di Tahun Politik

PALANGKA RAYA - Masyarakat Indonesia sekarang berada di tahun politik. Hal ini menyusul penyelengg ... Read More

Rabu, 18-07-2018 : 05:27:12
Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

PALANGKA RAYA - KPP Pratama Muara Teweh menyelenggarakan acara pencanangan Zona Integritas – Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) pada Rabu (18/7). Bertempat di Aula KPP Prata ... Read More

Rabu, 18-07-2018 : 12:13:46
60 Guru SMK Dilatih Tim BPDP dan IPB

PALANGKA RAYA - Sebanyak 60 guru SMK Perkebunan/Pertanian se-Kalteng, mendapat kesempatan emas dil ... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 03:36:08
Kalteng Pos Gelar Mancing Mania Berhadiah Puluhan Juta

PALANGKA RAYA-Bagi sebagian masyarakat Kalteng, khususnya Palangka Raya, memancing menjadi salah satu kegiatan selingan, untuk mengisi waktu luang. Event Organizer Kalteng Pos meng ... Read More