Minggu, Tanggal 08-07-2018, jam 05:47:39

Suhu di Tanah Suci Tinggi, Jemaah Haji Diimbau Waspada Penyakit Ini

Suhu di Tanah Suci Tinggi, Jemaah Haji Diimbau Waspada Penyakit Ini
Tingginya suhu di Tanah Suci saat ini bisa membuat para jemaah haji Indonesia kesulitan untuk beradaptasi, sehingga rentan terkena heat stroke. (foto: setkab.go.id)

PERBEDAAN suhu atau temperatur udara di Tanah Suci akan membuat para jamaah haji sulit beradaptasi. Suhu rata-rata di atas 40 derajat, membutuhkan fisik yang kuat untuk menjalankan semua rukun haji. Salah satu penyakit yang wajib diantisipasi adalah heat stroke. Apa itu?

Heat stroke adalah suatu kondisi di mana tubuh mengalami stroke karena cuaca yang sangat panas. Kondisi suhu tubuh akan meningkat secara cepat karena suhu udara yang terlalu panas. Sebab paparan sinar matahari tak bisa ditoleransi oleh tubuh.

Apalagi, dalam kondisi yang lelah seperti rutinitas para jamaah haji akan rentan terkena penyakit ini. Gejalanya tiba-tiba demam, berkeringat mengucur, sakit kepala, denyut nadi berdetak cepat, mual, muntah, sulit bicara, hingga pingsan. Tentu jika tak mendapatkan penanganan tepat bisa mengancam nyawa.

"Prediksi kami karena peningkatan suhu, maka heat stroke bisa mengancam. Kondisi di mana terjadi akibat suhu panas. Dampaknya organ-organ tubuh mengalami kegagalan fungsi," jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka dalam konferensi pers baru-baru ini.

Maka dia mengimbau selama menjalankan ibadah haji, jamaah sebaiknya menggunakan pakaian menyerap keringat dan cukup cairan. Kemenkes juga membagikan topi dan kacamata hitam gratis kepada jamaah haji tahun ini di Tanah Suci nanti.

Selain heat stroke, ada berbagai macam penyakit lainnya yang sering dialami jamaah haji. Di antaranya penyakit rawat jalan dan penyakit yang harus dirawat inap.

"Rawat jalan paling banyak batuk-batuk dan flu. Kalau rawat inap paling banyak gangguan pernapasan seperti pneumonia," jelasnya.

Selain itu, ada pula beberapa penyakit yang menyebabkan kematian yakni sakit jantung. Penyakit khusus yang harus diwaspadai lainnya adalah penyakit yang ditularkan oleh hewan unta yaitu Mers atau Middle East Respiratory Syndrome. (ika/JPC)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 21 Jul 18


Kamis, 19-07-2018 : 08:27:22
Ingat! Caleg Bekas Napi Wajib Umumkan Diri di Media Massa

TANGGAPAN publik terhadap calon anggota legislatif (caleg) partai politik (parpol) akan dibuka setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penetapan daftar caleg sementara (DCS). ... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 07:34:58
Zaman Now, Wali Kota Jakarta Timur Dicopot Lewat WA

PEMPROV DKI Jakarta secara resmi mempensiunkan Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana. Menariknya, informasi pemberhentian Bambanga dilakukan lewat pesan singkat WhatsApp. Read More

Selasa, 17-07-2018 : 03:53:12
Massa PDIP Dan Perindo Bentrok di Depan KPU

KERIBUTAN antara massa pendukung PDI Perjuangan dan Partai Perindo menghiasi hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif di KPU RI, Menteng, Jakarta, Selasa (17/7).

... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 01:45:58
Temukan Layanan Publik Buruk? Laporkan Kesini...

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengajak seluruh masyarakat untuk mengadukan pelayanan publik yang kurang baik ... Read More