Kamis, Tanggal 12-07-2018, jam 11:00:48

Jadi Saksi Kasus Dugaan Pungli Sekda, Ini Penjelasan Wali Kota Riban Satia

Jadi Saksi Kasus Dugaan Pungli Sekda, Ini Penjelasan Wali Kota Riban Satia
Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia saa menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Palangka Raya, Kamis (12/7). (FOTO : RENO/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Negeri Palangka Raya menghadirkan 4 saksi dalam sidang lanjutan yang mengadili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Rojikinoor. Satu diantaranya adalah Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia. Riban Satia tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Palangka Raya pada pukul 09.00 WIB.

Dalam keterangan dihadapan majelim hakim yang diketuai oleh Alfon SH MH itu, Riban menyebutkan bahwa tidak mengetahui secara teknis terkait adanya pemotongan dana pada setiap kegiatan pencairan. Bahkan pada saat Rojikinoor ditangkap oleh penyidik Ditkrimsus Polda Kalteng, Riban mengaku saat itu dirinya sedang berada di Yogyakarta urusan dinas.

"Saya justru terkejut saja, setelah mendengar kabar dari Kabag Keuangan bahwa pak Sekda ditangkap. Dari informasinya yang saya terima dari Kabag Keuangan, masalah pungutan, itu saja. Saya juga tidak meminta kejelasan melalui telepon, namun esok harinya saya langsung balik ke palangka raya dan memanggil pak Rojikinoor," jelas Riban Satia dihadapan Hakim.

Diminta majelis hakim tugas pokok dan fungsi Sekda, Riban menjelasan bahwa seorang Sekda secara umum mengkoordinir seputar proses administrasi umum dan keuangan pemerintah daerah. Sebelum kejadian pula, kata Riban bahwa Sekda mengkoordinasikan dengannya bahwa bakal melaksanakan kegiatan menjalin hubungan dengan unsur lain pendukung pemerintah di Kota Palangka Raya. Namun ketika itu, Riban menganjurkan untuk meminjamkan dana kepada bendahara pengeluaran Setda.

"Kalau untuk kegiatan di luar yang masuk DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran, Red), itu tidak ada anggarannya. Sama halnya dengan Walikota, kegiatan yang diluar masuk operasional dan taktis Walikota tidak bisa diguanakan dana selain itu, makanya saya sering meminjamkan dana kepada bendahara dengan catatan dana tersebut bisa digunakan atau dipinjam, selanjutnya saya akan bayarkan," jelasnya.

Penggunaan anggaran demikian lah yang yang memang tidak bisa dimasukan dalam draf DPA APBD, seperti pembinaan hubungan dengan unsur lainnya di jajaran Pemerintah.

"Untuk itu juga saya tidak mencampuri ke lebih dalam, saya percayakan kepada mereka yang sudah saya anggap profesional. Karena saya paham betul mereka bisa bekerja dan profesional, mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh digunakan (anggaran)," papar Riban.

Sementara dalam dakwaan Jaksa bahwa uang pemotongan yang sudah terkumpul sebesar Rp 50.750.000,- dan sebanyak Rp 37.500.000 yang sudah digunakan. "Apakah saudara tidak mengetahui uang tersebut, digunakan untuk apa? Tadi disebut ada kegiatan membina hubungan baik dengan pihak atau unsur terkait," papar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya Nugroho SH.

Riban mengakui bahwa tidak ada laporan dari Sekda bahwa uang sudah terkumpul yang akan digunakan untuk kegiatan menjalin hubungan dan kemitraan pihak luar.

Dalam faktar persidangan terungkap uang yang merupakan hasil pemotongan pada bagian bendahara tersebut akan digunakan untuk merayakan Hari Raya Natal dengan sebuah instansi di Kota Palangka Raya. (ren/OL)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 21 Jul 18


Sabtu, 21-07-2018 : 11:33:37
Jangan Jadikan Rumah Ibadah Tempat Menebar Kebencian

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq berharap tidak ada oknum yang menggunakan tempat ibadah untuk menyebarkan ujaran kebencian.

“Kalau benar, ini menjadi semacam peringatan ... Read More

Sabtu, 21-07-2018 : 08:55:04
Polisi Fokus Selidiki Orangtua dari Bayi yang Dibuang ke Sungai

PURUK CAHU - Aparat Polsek Murung memberi respons terhadap penemuan bayi yang ditemukan warga sedang hanyut di perairan Sungai Barito, sekitar Pelabuhan Bahitom atau Darmaga Putir ... Read More

Sabtu, 21-07-2018 : 07:55:07
HEBOH ! Keluarga Pasien Lihat Api, Kantin RSUD Kapuas Terbakar

KUALA KAPUAS - Kesunyian menjelang pagi di Kota Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas, dihebohkan dengan adanya amukan jago merah. Kebakaran melanda bangunan kantin RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten ... Read More

Sabtu, 21-07-2018 : 07:26:51
Formasi CPNS Kalteng Masih Diusulkan ke Pemerintah Pusat

PALANGKA RAYA-Beredarnya kabar seputar rencana penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kalteng, membuat resah sejumlah masyarakat. Padahal, formasi CPNS Kalteng masih diusulkan ke pemerinta ... Read More